Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tanam Pohon di Atas Trotoar, BPJN Tegur DLH

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Beberapa pohon pelindung yang ditanam DLH Kota Palu di atas trotoar di Jalan Wolter Monginsidi. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu sepertinya kurang tepat. Demi mewujudkan Kota Palu yang hijau dan rindang, DLH melakukan langkah nyata dengan melakukan penghijauan akibat pohon yang sudah sekian tahun tumbuh besar, ditebang untuk pembangunan jalan dan drainase. Seperti di Jalan S Parman dan di Taman GOR Palu Jalan Muh Hatta.

Tapi sayang, penanaman pohon oleh DLH mengabaikan hak pejalan kaki. Seperti yang terlihat di Jalan Wolter Monginsidi dan Jalan Soeprapto. DLH justru melakukan penanaman pohon di atas trotoar. Dalam aturan, trotoar diperuntukkan bagi pejalan kaki, bukan untuk fungsi lainnya.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Palu, Moh Natsir Mangge di Palu kemarin (30/8) mengungkapkan, pihaknya sudah mendapat teguran dari Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XIV akibat menanam pohon di atas trotoar. Sebab jalan itu berstatus jalan nasional. Meski demikian, Natsir menyatakan bahwa dalam menanam pohon tersebut, berpatokan pada contoh yang sudah ada.

Dia mencontohkan, pohon Angsana yang ada di depan SMP Negeri 2 Palu Jalan Wolter Monginsidi misalnya. Pohon itu sudah lebih dulu ada, dibanding trotoar yang sekarang ini. “Memang mengundang polemik sih. Tapi niat kami agar kota ini cantik, hijau, meski di sisi lain mendapat kritikan. Padahal kalau menegakkan aturan, bill board untuk iklan-iklan itu juga tidak boleh di atas trotoar,” katanya.

Namun Natsir mengaku pasrah. Mau diapa lagi kata dia. Untuk menghijaukan kota memang harus seperti itu. Apalagi di Jalan Wolter Monginsidi sudah tidak ada tempat kosong yang dijadikan tempat menanam pohon. Makanya DLH memutuskan menanam pohon di atas trotoar.

Ditanya soal dampaknya pada trotoar, Natsir mengatakan, tidak akan terlalu berdampak. Karena akan memakan waktu puluhan tahun pohon tersebut baru tumbuh besar. Di kota-kota besar lainnya, lanjut Natsir, pohon juga ditanam di atas-atas trotoar. Bahkan ada pohon yang berada di tengah jalan, mengingat saking pentingnya pohon.

“Kita pertimbangkan untuk jangka panjangnya. Jangan sekarang yang kita lihat. Jika kota ini hijau, semua juga akan menikmatinya,” demikian Natsir. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.