Tambang Emas Ilegal Kayuboko Sepi

Pemilik Akhirnya Angkat Kaki Bersama Seluruh Alat Beratnya

- Periklanan -

PALU- Aktivitas tambang emas ilegal di Desa Kayuboko akhirnya dihentikan. Penghentian aktivitas tambang tanpa izin itu disambut baik warga, baik di Desa Kayuboko maupun desa tetangga, Olaya.

Informasi dihimpun Radar Sulteng menyebutkan, setelah mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat akhirnya pemerintah kabupaten dan Kepolisian Resort Parigi Moutong mengeluarkan imbauan penghentian aktivitas tambang tanpa izin itu. Pemilik tambang yang berada di Desa kayuboko dan Desa Air Panas di deadline 1 x 24 jam sejak menerima surat imbauan.

Dari informasi warga juga menyebutkan, pasca diterbitkan imbauan, Polres Parimo juga sempat turun ke lokasi memastikan aktivitas tambang clear and clean. Kini, aktivitas yang mengancam lingkungan serta kehutanan kini telah sepi dari aktivitas. Pemilik tambang telah mengosongkan lokasi, mengeluarkan alat berat serta pekerjanya.

‘’Sekarang lokasi mulai kembali dimanfaatkan warga mendulang secara manual dan sederhana. Nampaknya warga sangat menyetujui kalau aktivitas dilakukan oleh warga sendiri tanpa alat berat,’’ terang sumber dari lokasi Desa Kayuboko, kepada Radar Sulteng, kemarin.

- Periklanan -

Demikian dengan warga desa Olaya, mengapresiasi langkah DPRD, pemerintah daerah serta kepolisian menertibkan tambang tanpa izin tersebut.

Sebelumnya diberitakan koran ini, aktivitas tambang illegal itu menuai protes dari warga desa tetangga. Aktivitas tambang berdampak kerusakan sungai yang selama ini menjadi sumber air, khususnya di wilayah hilir yakni, Desa Olaya.
Selama aktivitas berlangsung air sungai menjadi keruh karena bercampur lumpur, mengalir hingga ke laut. Belum lagi kerusakan lahan menjadi ancaman banjir yang sewaktu-waktu bisa datang menghantam pemukiman maupun lahan masyarakat.

Sesuai data Radar Sulteng, tambang emas yang diduga ilegal banyak ditemukan di wilayah hukum Polda Sulteng. Selain tambang di Kayuboko, belum lama ini, aksi blokir jalan akibat tambang juga terjadi di wilayah Moutong, Pantai Timur. Setelah pihak pemerintah daerah dan Polisi serius akhirnya aktivitas tambang yang meresahkan masyarakat bisa dihentikan.

Yang ironis tambang emas di Poboya yang berada di wilayah Kota Palu dan Polres Palu belum ada ketegasan dari aparat keamanan. Bahkan lokasi tambang tidak jauh dari Markas Polda Sulteng. Hasil penelitian dari Untad bersama Univesitas di Jepang, pencemaran lingkungan membahayakan udara dan air sungai Pondo hingga mencemari laut.(awl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.