Tambang Emas Ilegal di Kayuboko Dikelola WNA Korea

Warga Olaya Resah, Air Sungai Diduga Sudah Tercemar

- Periklanan -

PALU- Saat ini beroperasi penambangan emas ilegal di Kayuboko, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong. Pertambangan emas secara besar-besaran menggunakan alat berat ini ini diduga dikelola oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Korea. Tambang emas ilegal ini beroperasi menggunakan beberapa unit ekskavator dan dum truck.

Aktivitas tambang emas tersebut mulai meresahkan warga masyarakat Desa Olaya, karena berada di bagian hilir lokasi pertambangan. Sungai yang selama ini digunakan warga untuk kebutuhan minum dan mandi, kini keruh, tak bisa lagi digunakan.

‘’Jangankan untuk manusia, sapi saja mati. Habis minum air sungai tiba-tiba sakit perut lalu mati,’’ ungkap salah seorang warga Olaya yang meminta namanya tak dikorankan.

Bahkan diakuinya, keresahan warga ini memicu keinginan untuk melakukan aksi demonstran kepada pihak perusahaan tambang. Disebutkannya, dari pihak pertambangan ilegal beberapa kali menawarkan untuk membuatkan sumur. Hanya saja warga masih menolak, karena mengetahui konsekwensi jika menerima tawaran tersebut.

- Periklanan -

‘’Kalau warga mau, berarti mereka bebas mencemarkan sungai. Saat ini sungai tidak pernah lagi jernih. Sampai ke laut airnya kabur (Keruh),’’ ungkapnya.

Yang paling menakutkan kata dia, kerusakan lingkungan itu menjadi ancaman buat warga Desa Olaya. Sebab, jika terjadi curah hujan dikhawatirkan akan terjadi banjir besar yang akan menyapu bersih sebagian Desa Olaya.

‘’Belum lagi, posisi pertambangan Ilegal itu, hanya berjarak 1 kilometer lebih sejajar dengan gudang beras milik bulog. Jika banjir bandang, maka habis semua,’’ tuturnya.

Ia pun mempertanyakan keberadaan pemerintah kabupaten yang seolah tutup mata dengan aktivitas tambang emas ilegal itu.
Terkait hal itu, Kepala Dinas ESDM Sulteng, Yanmart Nainggolan mengaku tidak pernah ada izin pertambangan di Kayuboko, Parigi Moutong.

Tidak juga untuk izin pertambagan rakyat. Karena lokasi tersebut belum ditetapkan sebagai wilayah pertambangan rakyat.
‘’Yang pasti itu pertambangan yang tidak mempunyai izin,’’ kata Yanmart ditemui beberapa waktu lalu, di ruang kerjanya. (tim)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.