Taman Kota Jadi Tempat Pesta Miras

- Periklanan -

MOROWALI – Dulunya Kabupaten Morowali dikenal dengan Kota bersih dan Kota religius. Hal itu terbukti dengan terjaganya kebersihan lingkungan khususnya di Kecamatan Bungku Tengah.
Namun saat ini, semua keadaan seakan berbalik. Kota bersih dan Kota religius yang disandang Morowali perlahan-lahan mulai tercemar salah satunya dengan maraknya pesta minuman keras (miras) yang dilakukan di taman Kota Fonuasingko, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali.
Berserakannya sampah bekas botol miras di pinggiran taman Kota Fonuasingko menjadi bukti bahwa taman kota menjadi tempat nyaman bagi penikmat miras.
Kejadian ini tentunya sangat mencoreng nama baik Morowali sebagai Kota bersih dan Religius. Selain itu, kejadian memalukan ini membuat beberapa warga setempat kecewa.
Salah satunya Muchlis warga Desa Bente Kecamatan Bungku Tengah. Ditemui di Masjid Agung Morowali Selasa kemarin (8/1) Muchlis sangat menyayangkan adanya sampah bekas botol miras yang berserakan di taman Fonuasingko.
“Sangat disayangkan, fasilitas publik yang telah disediakan oleh Pemerintah sejak tahun 2018 lalu itu tidak terjaga dengan baik. Masih banyak tangan-tangan kotor oknum yang tidak bertanggung jawab yang tidak terawasi dengan baik,”ujarnya.
Menurutnya, kejadian seperti ini tidak perlu terjadi lagi. Apalagi, lokasi ditemukannya beberapa botol Miras tersebut tepat berada di depan Masjid Agung yang saat ini menjadi simbol Morowali Religius.
“Sangat disayangkan, taman yang indah dikotori oleh tangan-tangan maksiat yang tidak bertanggung jawab seperti ini. Oleh karena itu saya pribadi berharap, agar Pemerintah sekarang memperketat pengawasan lingkungan khususnya di tempat yang menjadi ikon Morowali seperti taman ini,”harapnya.
Selain itu warga lainnya bernama Eko (38) menyatakan selain mengotori taman, sampah botol miras tersebut juga menodai nama besar Kabupaten Morowali yang saat ini lagi gencar-gencarnya mengejar penghargaan Adipura.
“Itu sampah miras, berarti maksiat merajalela dan semakin bebas disini (Morowali,red). Pemerintah tidak bisa diam dengan semua ini, hal ini harus ditanggapi dengan serius. Kalau perlu dibuatkan Perda tentang pelarangan miras utamanya di tempat-tempat umum seperti ini,”tegasnya.(fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.