Taman GOR Jadi Hunian Gepeng

- Periklanan -

Gepeng yang memanfaatkan bekas warung di Taman GOR, Jalan Chairil Anwar, Palu, Kamis (19/7). (Foto: Mugni Supardi)

PALU– Keberadaan gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Kota Palu sering menjadi sorotan masyarakat. Para gepeng ini sering berpindah-pindah tempat tinggal, dan menjadikan fasilitas umum seperti di sekitar Taman Gelanggang Olah Raga (GOR) Palu Jalan Muh Hatta sebagai hunian mereka.

Pantauan Radar Sulteng, salah salah satu bangunan bekas warung yang berada di Jalan Chairil Anwar, Kota Palu, tepatnya pada sisi selatan dan utara taman GOR, telah dijadikan tempat hunian para gepeng atau biasa yang disebutan warga “anak punk”.

Lokasi itu jadi terlihat kumuh berantakan karena beragam pernak-pernik digunakan para gepeng atau anak punk untuk menata tempatnya itu. Mulai dari spanduk yang digunakan untuk menutup sebagian dinding bangunan, pernak-pernik yang terlihat tergantung pada dinding bagian luar bangunan, ditambah pakaian para gepeng yang digantung semaunya. Apalagi toilet umum milik taman juga sering digunakan untuk mandi sehari-hari, akibatnya tak pernah dibersihkan toilet tersebut terlihat kotor.

Menurut salah seorang warga, Herman mengatakan, gelandangan itu biasa tidur sembarangan di berbagai tempat, bahkan sampai di tengah lapangan basket. “Walaupun mereka tidak menggangu, tetapi kelihatan taman ini suasananya jadi aneh,” sebutnya kepada Radar Sulteng Kamis (20/7)

Lanjutnya, toilet di taman GOR kotor dan berbau busuk. Herman menyebutkan, para gepeng biasa mandi dan tidak membersihkan, hanya tahu pakai saja. Menurutnya, Taman GOR ini bukan hanya dijadikan tempat bersantai, melainkan sebagai salah satu tujuan berolahraga beberapa sekolah yang berada di sekitar wilayah taman GOR.

- Periklanan -

“Taman GOR ini sudah dilengkapi fasilitas olahraga, maka sekolah yang ada di sekitar taman ini, menjadikannya sebegai tempat kegiatan olah raga siswanya, mulai dari SD, hingga SMA. Keberadaan gepeng itu jelas berdampak buruk bagi anak sekolah yang sering berolahraga disini. Bisa-bisa  anak-anak meniru gaya mereka, itulah yang seharusnya menjadi perhatian Pemkot Palu,” ungkapnya.

Begitupun dengan warga lainnya, Tiara menambahkan, gelandangan itu tidak tahu jelas asal mereka darimana saja, dulu sempat diusir tetapi tetap saja datang kembali.

Kata dia, mereka memang tidak menggangu, hanya saja ini taman pusat kota, otomatis pusat pandangan. Pasti buruklah apalagi tempat objek kunjungan, terlihat jelek jika gelandangan tidur di sembarangan tempat. “Kalau ada yang datang selain orang Palu pasti akan di nilai jelek, seharusnya taman ini menjadi kebanggaan Kota Palu yang mesti dirawat penataan dan kebersihannya,” sebut Tiara.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ramli Usman menegaskan, dalam waktu dekat akan segera menertibkan gepeng yang berada di Taman GOR.

“Kalau perlu saya akan pulangkan mereka ke tempat asalnya tanpa terkecuali, karena buat apa tinggal di Kota Palu kalau hanya mengotori. Insya Allah dalam satu minggu ke depan tidak ada lagi mereka di taman ini,” sebutnya.

Ramli akan berkoordinasi dengan pihak Satpol PP Kota Palu dan Dinas Sosial terkait gepeng yang berada di Taman Gor ini.

“Kalau penindakan dan pemulangan mereka itu diinstansi tersebut,” tutup Ramli. (cr2)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.