Taksi Online Di Luar Negeri Pun Ditolak

- Periklanan -

Pengemudi GrabBike saat melintas di antara kendaraan. Saat ini Pemerintah Kota Palu meminta Grab untuk mengurus izin. (Foto: Mugni Supardi)

PENOLAKAN taksi online bukan hanya terjadi di Indonesia. Di beberapa negara lainnya, moda transportasi ini juga mendapat penolakan. Alasanya pun bermacam-macam.

  1. Amerika Serikat

Pengusaha taksi regular di Negeri Paman Sam meminta Uber diperlakukan sama dan mengikuti aturan yang sama dengan taksi lainnya.

  1. Prancis

Armada Uber kerap diserang sopir taksi regular. Terjadi kecemburuan karena Uber tidak harus mengantongi lisensi perizinan kendarana publik yang biayanya mencapai Rp 3,5 miliar.

  1. Inggris

Asosiasi Pengemudi Taksi Berlisensi melayangkan protes pada Uber yang isinya mereka harus memiliki sistem biaya berdasarkan jarak yang sesuai standar. Selain itu, jika mengklaim taksi, Uber seharusnya memiliki mobil khusus. Meski demikian Uber tetap boleh beroperasi.

  1. Jerman

Pertengahan Agustus 2014 Uber dilarang beroperasi di Berlin. Uber dinilai tidak memenuhi standar keamanan angkutan umum. Selain itu Uber juga harus membayar izin mengemudi jenis taksi dan mendaftarkan perusahaannya.

  1. Korea Selatan

Pengemudi taksi konvensional memprotes kehadiran Uber lantaran mengancam pangsa pasar dan tidak memberikan standar keamanan bagi penggunanya.

  1. Australia

Di beberapa kota di Australia, Uber bebas beroperasi. Namun di kawasan Victoria kehadiran Uber dilarang sebab mereka tak mau mengikuti aturan akreditasi dan lisensi. Hal tersebut berisiko bagi keselamatan penumpang. Di Melbourne, Uber juga mendapat penolakan dari para sopir taksi regular.

  1. Kanada

Banyak sopir Uber nakal dan tidak mengikuti prosedur termasuk pelatihan bagi pengemudi dan pengecekan kendaraan. Hal itu membuat pemerintah Kanada bertindak tegas pada Uber.

  1. Belanda

- Periklanan -

Uber dilarang beredar lantaran melanggar peraturan mengenai pengemudi komersial. Mereka juga banyak yang tidak punya izin mengemudi.

  1. India

Uber dilarang beroperasi karena banyak pengemudi nakal yang memperkosa pelanggan mereka.

  1. Jepang

Di Jepang, Uber kalah canggih dari taksi regular. Sistem pemesanan taksi regular jauh lebih baik ketimbang Uber. Ketersediaan armada pun mencukupi. Uber lalu memilih bermitra dengan perusahaan taksi di Jepang.

  1. Spanyol

Uber berhenti beroperasi akhir 2014. Mereka diprotes asosiasi pengemudi taksi Madrid.

  1. Taiwan

Pada Juli 2014 ribuan pengemudi taksi reguler menggelar demo di Taipei. Mereka memprotes taksi online Uber. Akhirnya menteri transportasi dan komunikasi Taiwan menyatakan Uber ilegal.

  1. Meksiko

Pada 2015, para sopir taksi regular di Meksiko meluapkan kemarahan mereka kepada para sopir Uber. Mereka melakukan perbuatan anarkis dengan merusak mobil Uber.

  1. Belgia

Di Brussel, demo penolakan Uber bukan hanay terjadi di satu tempat. Sekitar 1.200 pengemudi transportasi konvensional di Belgia sempat melakukan konvoy dari stasiun Brussels North sampai ke Schuman Square.

  1. Malaysia

Pada Juni tahun lalu, para pengemudi transportasi konvensional melalui protes terhadap pengemudi taksi online seperti taxi Uber dan juga taxi Grab. Protes yang dilakukan terhadap taksi online seperti taxi Uber dan taxi Grab ini bertujuan untuk meminta kepada pemerintah untuk tidak melegalkan aplikasi Uber dan aplikasi Grab tersebut untuk beroperasi di Malaysia karena aplikasi transportasi online tersebut dianggap merusak bisnis transportasi para pengemudi taksi konvensional.

  1. Brasil

Sebagai bentuk dari “Anti-Uber” atau protesnya terhadap aplikasi Uber yang menjamur di Sao Paulo, ratusan pengemudi taksi konvensional berkumpul dan menutup jalan di Sao Paulo. Mereka protes dan keberatannya terhadap aplikasi transportasi online yang ada. (jpnn)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.