Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tak Diperhatikan, Warga Tuweley Datangi DPRD Tolitoli

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Puluhan warga jalan Elang Kelurahan Tuweley, saat mendatangi kantor DPRD, mendesak agar Pemkab memperhatikan nasib mereka pasca dilanda banjir. (Foto: Yuslih Anwar)

TOLITOLI-Kecewa karena merasa tak kunjung mendapatkan perhatian, puluhan warga Kelurahan Tuweley, khususnya Jalan Elang yang menjadi korban banjir, akhirnya melakukan aksi dengan mendatangi kantor DPRD.

Tujuan puluhan warga yang juga melibatkan anak usia SD tersebut, untuk mendesak Pemkab melalui DPRD agar segera memberikan perhatian dengan melakukan pemulihan pasca banjir, serta bantuan yang seharusnya mereka terima.

Dengan mengatasnamakan Pemuda Tolitoli Bersatu (PTB), Rio Pelealu, selaku koordinator lapangan mengatakan, kedatangan mereka ke DPRD kemarin, merupakan bentuk akumulasi kekecewaan, terhadap Pemkab khususnya instansi terkait, yang hingga kini sama sekali tidak memberikan perhatian atas kondisi memprihatinkan pasca terjadinya banjir beberapa waktu lalu.

“Jangankan dapat bantuan untuk memperbaiki rumah yang rusak akibat banjir. Melakukan pembersihan material lumpur saja, sampai sekarang tidak pernah. Jangan-jangan kita ini bukan warga masyarakat Tolitoli,” kata Rio saat berorasi.

Pada kesempatan bertemu langsung dengan ketua DPRD, Kadis Perumahan Rakyat dan Pemukiman Wilayah (PRPW), serta Kadis Soasial, dan beberapa pejabat lainnya tersebut, Rio  mempertanyakan beberapa hal terkait penyebab lambannya, penanganan pasca banjir di wilayah mereka.

“Kemana arah bantuan yang dikucurkan oleh Menteri Sosial kepada warga, kenapa kita di wilayah ini tidak mendapatkan bantuan,” tanya Rio saat berlangsungnya hearing.

Kepala Dinas PRPW Tolitoli, Dra Fera Mangoal, pada kesempatan tersebut menjelaskan, belum tertanganinya wilayah Jalan Elang serta beberapa kawasan di Kelurahan Tuweley, dikarenakan pihaknya sejak bulan ramadan hingga pasca lebaran tengah menangani wilayah atau titik yang cukup parah dalam kawasan kota, sehingga belum memasuki wilayah luar kota.

“Bukan tidak mau ditangani, akan segera ditangani, hanya saja sekarang ini kami sedang fokus membersihkan kawasan yang cukup mencolok dalam jantung kota. Untuk itu, jika semua itu sudah selesai makanya kami akan segerah melakukan pembersihan di kawasan yang dimaksud. Tidak hanya disitu, termasuk kawasan lain yang perlu dibersihkan,” jelas Fera Mangoal.

Fera juga menjelaskan, saat ini seluruh armada dan personil telah dikerahkan melakukan pembersihan. Menurutnya meski tidak diminta apalago didesak, pihaknya telah melakukan tanggung jawab melakukan pemulihan kondisi paska banjir.

Sementara Kadis Sosial Indar Dg Silasa pada kesempatan tersebut, kembali berkelit, tidak akuratnya data sehingga banyak warga yang tidak menerima bantuan, mengacu pada data yang diberikan oleh perangkat Desa maupun perangkat Kelurahan. Menurutnya pihaknya tidak punya data terkait hal itu, sehingga mengacu pada data yang diterima.

“Kami tidak punya data, yang punya data adalah perangkat Desa dan Kelurahan, makanya jika data dianggap keliru, bukan dari kami,” jelas Indar.

Mencermati jalan hearing tersebut, DPRD akhirnya mengambil kesimpulan mendesak semua instansi terkait untuk segera melakukan tugas dan fungsinya secepat mungkon yang dilengkapi melalui rekomendasi secara resmi oleh DPRD. Sementara terkait masalah bantuan dan sistim penyaluran bantuan dari kamenterian sosial, DPRD mendesak Inspektorat melakukan audit atas sistem, mekanisme maupun prosedur serta aturan teknis penyalurannya.

“Selain meminta inspektorat, jika memang memungkinkan kami akan merekomendasikan masalah ini ke lembaga yudikatif, jika memang ada unsur penyimpangan dalam penyaluran bantuan sosial ini,” tegas Ketua DPRD Tolitoli Andi Ahmad Syarif.(yus)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.