Tak Berizin, Kapal Inka Mina Asal Sulbar Diamankan

- Periklanan -

Kapal bantuan pemerintah yang dikelola oleh masyarakat diamankan petugas Ditpolairud Polda Sulteng. (Foto: Agung Sumandjaya)

DONGGALA  –  Kapal bantuan pemerintah dari program Inka Mina bertolak dari wilayah Mamuju, Sulawesi Barat, diamankan  aparat Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulteng. Kapal tersebut diamankan bersama 1,8 ton ikan hasil tangkapan.

Penangkapan terhadap kapal bantuan yang kini telah dikuasai pribadi oleh Nahkoda bernama Alimin tersebut, dikarenakan seluruh dokumen-dokumen kapal, sudah habis masa berlakuknya. Mulai dari dokumen penangkapan ikan serta dokumen pelayaran. Kapal ini sendiri, diketahui sudah dua kali melakukan bongkar atau penjualan ikan hasil tangkapan di pelabuhan Banawa, Donggala.

“Kapal ini kami amankan sekitar dua minggu yang lalu. Tersangkanya juga sudah ditahan. Di Nahkoda kapal sekaligus yang mengaku sebagai pemilik,” ungkap Direktur Polairud (Dirpolairud) Polda Sulteng, Kombes Pol Fauzi Bakti Mochji.

- Periklanan -

Dokumen-dokumen yang dimiliki kapal tersebut, habis masa berlakunya sejak 2015 silam. Yang anehnya, kapal bantuan pemerintah ini, seharusnya diperuntukan untuk kelompok nelayan, namun kini telah diambil alih seluruhnya oleh tersangka Alimin. Penyidik pun saat ini, tengah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi-saksi.

“Oleh jaksa, kami diminta memanggil dan memeriksa Wakil Bupati Mamuju serta Kepala Dinas Perikanan setempat. Hal ini untuk menjelaskan kepemilikan kapal tersebut,” tutur Fauzi.

Ikan sebanyak 1,8 ton sendiri, kini juga telah dilakukan pelelangan oleh penyidik senilai Rp16 juta, dan akan menjadi barang bukti dalam kasus ini. Masih menurut Dirpolairud, dari pengakuan sementara tersangka, dokumen-dokumen tersebut belum sempat diperpanjang, karena belum punya anggaran sendiri.

“Padahal pengurusan dokumen-dokumen pelayaran di daerah asal kapal ini cuma habis Rp3 juta, bayangkan dengan keuntungan yang mereka dapat,” ungkapnya.

Barang bukti berupa kapal dengan nama lambung Inkamina 752 GT 33, kini juga turut diamankan di Mako Ditpolairud Polda Sulteng. Tersangka sendiri, dijerat  pasal 93 ayat (1), pasal 98 Undang-Undang (UU) RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.