Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tak Beratribut, Jukir ini Minta Tarif Parkir Lebih

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Oknum jukir (kiri) tanpa menggunakan atribut resmi menarik retribusi parkir kepada pengguna parkir di kawasan Anjungan Nusantara, Minggu (7/5). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Praktik penarikan tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan pemerintah masih saja dilakukan oknum juru parkir (jukir). Seperti yang dilakukan oknum jukir yang beroperasi di kawasan Anjungan Nusantara.

Pantauan Minggu (6/5), ada orang pemuda yang tidak memakai atribut jukir bertindak sebagai jukir. Sementara jukir yang mengenakan atribut hanya duduk sembari memantau rekan-rekanya. Setelah menerima pembayaran tarif parkir, pemuda tak beratribut jukir langsung menyetorkan ke jukir yang menggunakan atribut.

Salah seorang pengunjung Anjungan Nusantara, Hery, yang memarkir sepeda motornya di kawasan tersebut mengatakan, selain hari libur biasanya tarif parkir stabil. Dia mengaku sempat merasa ragu membayar tarif parkir kepada oknum yang tidak menggunakan atribut itu.

”Biasanya cuma dua ribu untuk motor, tapi tadi saya kasi dua ribu malah dibilang kurang, dari pada mau ribut lagi jadi saya tambah. Sempat juga saya ragu, ini tukang parkir atau bukan,” ungkapnya Kepada Radar Sulteng, Minggu (6/5).

Sementara Kepala Seksie Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Palu, Moh. Daniel, dikonfirmasi kemarin (7/5), menyesalkan tindakan oknum-oknum jukir ilegal yang menyalahi atauran penentuan retribusi parkir.

”Kita tegas, kalau ada jukir yang nakal, tidak taat aturan, kita lepas atributnya, kita sterilkan lahan parkirnya, serta BPJS-nya kita akan cabut,” ungkapnya via telepon.

Lanjut Daniel, Dishub Kota Palu dan Jukir resmi telah melakukan perjanjian hitam di atas putih terkait ketentuan parkir. Namun, masih banyak oknum-oknum jukir yang main-main kucing-kucingan dengan petugas.

”Kami sangat menyesalkan, padahal sudah ada peryataan hitam di atas putih, dan yang sudah jelas menyalahi aturan langsung kita tindak,” lanjutnya.

Dirinya kembali mengimbau kepada masyarakat agar menyetorkan retribusi parkir ke jukir resmi, menggunakan atribut serta membayar sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan.

“Bayarnya itu langsung sama jukir resmi yang menggunakan atribut, kalau ada ancaman atau hal-hal yang tidak diinginkan bisa langsung laporkan ke kami, kami juga sudah ada tim yang mobile di lapangan,” tutupnya. (cr8)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.