TAJUK | Waspadai Penipuan Berkedok PNS !

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

KASUS penipuan yang menjanjikan kepada korbannya untuk diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil mengungkap fakta baru yang cukup mencengangkan. Kedua pelaku yang kini sudah diringkus oleh jajaran Polda Sulteng ternyata berhasil mengumpulkan uang dari para korban dalam jumlah yang fantastis. Terkumpul dana sekitar Rp1,4 miliar yang bersumber dari sekitar 30 korban.

Terungkapnya peristiwa ini mengonfirmasikan sejumlah hal. Tidak saja tentang kejahatan yang pelakunya melibatkan oknum PNS yang bekerja sebagai guru di Kabupaten Sigi dan Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kota Palu. Peristiwa ini lebih jauh menegaskan tentang sikap masyarakat kita sendiri yang masih sangat mudah diperdaya. Menilai bahwa dengan uang semua bisa diatur.

- Periklanan -

Percaya begitu saja bahwa masih ada orang yang bisa membantu untuk mengurus menjadi PNS. Padahal selama ini sudah jamak diketahui bahwa rekrutmen CPNS sudah berbasis online sehingga sangat sulit bagi siapa pun untuk melakukan intervensi. Berarti akses publik dalam penggunaan teknologi informasi yang sudah cukup massif sejauh ini tidak serta merta menjamin bahwa masyarakat juga semakin kritis.

Lebih jauh, kasus penipuan berkedok PNS yang berhasil menyasar korban dalam jumlah yang cukup banyak dan mengumpul uang yang besar menegaskan bahwa PNS masih menjadi profesi yang sangat diidolakan banyak orang. Segala cara akan ditempuh untuk meraih status tersebut. Bahkan untuk sekadar menjadi pegawai honorer di instansi pemerintah pun, masih ada orang yang rela mengeluarkan uang.

Kita berharap dengan tertangkapnya dua pelaku maka proses hukum dapat segera dilanjutkan. Selain menuntut kedua pelaku ke meja hijau agar mendapat hukuman yang adil dan setimpal, penting pula diupayakan agar uang para korban dapat terselamatkan. Penyidik perlu  mengonstruksi pasal-pasal yang tepat untuk kasus ini. Jangan memaksakan pasal-pasal tindak pidana korupsi yang tidak relevan mengingat kasus ini lebih cenderung sebagai tindak pidana penipuan meskipun pelaku kebetulan berstatus PNS.

Bagi masyarakat, kiranya dengan terungkapnya peristiwa ini menjadi pelajaran yang amat penting. Meskipun menjadi PNS adalah impian pribadi dan mungkin menjadi kebanggaan keluarga tapi jangan pula menempuh cara-cara yang pada akhirnya hanya merugikan diri sendiri. Sebab rekrutmen CPNS saat ini semakin fair, transparan, dan akuntabel. Maka yang dibutuhkan bukan berapa banyak uang untuk menyogok tapi seberapa serius kompetensi disiapkan dan dimiliki. Semua itu hanya dapat dicapai bila ada usaha yang sungguh-sungguh. Belajar, berikhtiar, dan berdoa. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.