TAJUK | Warga Kota Palu Mulai Keluhkan Jalan Rusak

- Periklanan -

KOTA Palu sebagai ibukota provinsi idealnya menempatkan pembangunan infrastruktur yang berbasis penataan lingkungan sebagai prioritas.  Salah satunya adalah perbaikan jalan dan drainase yang dibarengi dengan peningkatan kebersihan lingkungan dan penataan keindahan kota. Dengan ini ini, akan terwujud sebuah kota yang nyaman bagi warganya dan menarik bagi siapa pun yang berkunjung. Panorama alam yang indah tidak akan bermakna tanpa didukung oleh kondisi lingkungan yang baik, bersih, dan tertata.

Event seni dan budaya yang digelar setiap tahun dan menelan anggaran yang relatif besar dengan maksud mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki kota ini jangan sampai menjadi alasan untuk menomorduakan pembangunan fisik yang fungsinya sangat vital. Event-event yang bersifat seremonial seperti Festival Palu Nomoni bukan tidak penting tapi perbaikan jalan di berbagai tempat hendaknya tetap menjadi prioritas. Demikian pula dengan persoalan kebersihan kota yang mulai membaik dengan adanya program padat karya tapi dengan dihapusnya program tersebut kondisinya lebih buruk.

- Periklanan -

Keluhan soal jalan yang oleh masyarakat dinilai kurang mendapat perhatian Pemkot disuarakan dari sejumlah tempat. Seperti warga di Jalan Jamur dan Jalan Delima Palu Barat yang merasa jalan di kawasan tersebut tidak mendapat perhatian untuk diperbaiki. Demikian halnya dengan warga di Perumahan Teluk Palu Permai Kelurahan Talise dan Kelurahan Tondo. Kondisi jalan di perumahan tersebut sudah rusak parah tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan. Padahal sejak dibangun sekitar tahun 2004 lalu, baru satu kali diaspal.

Kondisi yang lebih miris lagi terlihat di jalan di Kompleks Sekolah Madani Kelurahan Talise. Jalan yang menghubungkan Jalan RE Martadinata (RS Undata) dengan Jalan Soekarno-Hatta (SMANOR Tadulako) sudah lama menjadi keluhan pengendara. Terutama orang tua siswa yang setiap hari mengantar dan menjemput anaknya yang bersekolah di TK Madani, SD Madani, SMP Madani, maupun SMA Madani. Karena jalan yang rusak dan tergerus air,  kemacetan bahkan kecelakaan yang menimpa guru, siswa, maupun masyarakat umum biasa terjadi di kawasan tersebut.

Di sudut-sudut kota yang lain kondisi serupa kemungkinan masih ada. Jalan rusak sudah pasti mengganggu kenyamanan warga sekitar maupun pengguna jalan. Oleh karena itu, pada tahun 2018 ini, Pemkot perlu memprioritaskan perbaikan jalan yang menjadi tanggung jawabnya. Supaya masyarakat pembayar pajak dan retribusi merasakan dampak langsung layanan publik yang disediakan pemerintah. Tugas dan tanggung jawab DPRD untuk memastikan bahwa aspirasi warga  dibahas dan dieksekusi pendanaannya dalam APBD.  Bila tahun lalu Pemkot fokus drainase tahun ini diharapkan mulai menggarap perbaikan jalan.   (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.