TAJUK | Usut Perobek Tenun Kebangsaan

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

KERAGAMAN suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) menjadi kekayaan yang tak terperi bagi Indonesia. Keragaman yang menjadi mozaik indah tenun kebangsaan.

Sungguh sayang, ada orang yang justru mengubah keragaman itu menjadi alat untuk mengeruk uang. Dengan jahat, keragaman SARA diolah sedemikian rupa menjadi senjata untuk menyerang seseorang atau kelompok tertentu.

Bahkan lebih jahat lagi, orangorang tersebut bermain di dua kaki, mengadu domba pihakpihak yang berseberangan. Mereka biasa mengail di air keruh kontestasi politik. Menyerang pihak A seolah-olah mereka dari pihak B. Menyerang B seolaholah mereka dari pihak A. Memicu saling curiga, saling benci, dan syak wasangka.

- Periklanan -

Mereka beroperasi di dunia maya. Menciptakan puluhan ribu akun media sosial yang dimanfaatkan layaknya pasukan untuk menyerang musuh-musuh nya. Tidak hanya menyerang dengan fakta, tetapi juga menggunakan fitnah dan tipu daya. Dampaknya dahsyat, bisa memantik konflik. Bukan hanya di dunia maya, melainkan juga di dunia nyata.

Terbongkarnya sindikat Saracen, penyebar ujaran kebencian dan isu SARA, membuka fakta bahwa permusuhan sengit di dunia maya itu merupakan perbuatan jahat adu domba. Karena itu, sindikat tersebut harus diusut tuntas sampai ke akarakarnya.

Bukan hanya pimpinan dan anggota Saracen, melainkan juga para pemesan jasa mereka. Semestinya itu bukan tugas yang terlalu sulit bagi polisi. Memang, bisa saja nanti muncul nama-nama publik figur atau kelompok yang ternyata menjadi pemesan jasa Saracen. Polisi tidak boleh gentar. Usut terus dan bongkar.

Selanjutnya, tiada hukuman setimpal selain hukuman berat. Vonis pengadilan juga harus menjadi shock-therapy bagi siapapun, agar tidak mudah menyebarkan kebencian dan isu SARA. (*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.