TAJUK | Polisi Diharapkan Transparan Usut Kasus Meninggalnya Warga Olaya

- Periklanan -

SEORANG warga Desa Olaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) diduga meninggal akibat tindak kekerasan yang dilakukan oknum Buser Polres Parimo.  Jufri (41) dijemput polisi sekitar pukul 23.00 Wita karena diduga terlibat dalam sebuah tindak pidana. Yang disesalkan karena sekitar pukul 03.00 Wita Jufri diantar kembali ke rumah dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Pihak keluarga menduga telah terjadi tindak kekerasan terhadap korban karena pada saat dijemput masih dalam keadaan sehat. Indikasi terjadinya kekerasan karena pada tubuh korban terdapat luka memar pada bagian belakang dan dada. Menurut keterangan isteri korban, jasad suaminya diantar ke rumah oleh kepala desa. Bukan anggota polisi yang sebelumnya datang menjemput.

Peristiwa ini menambah daftar kasus meninggalnya seseorang yang sedang menjalani proses hukum oleh aparat kepolisian. Sekitar Maret 2017 silam, kasus serupa terjadi di wilayah Polres Sigi. Sutrisno alias Tolido (35) meninggal di tahanan. Pihak keluarga menduga adanya ketidakwajaran dalam kematian korban.

- Periklanan -

Berulangnya peristiwa semacam ini sangat disesalkan. Sebab terjadi di tengah upaya jajaran kepolisian membangun citra humanis dalam pelayanan maupun penegakan hukum. Tapi dengan munculnya kembali kasus seperti ini citra institusi kepolisian dapat tergerus. Karena itu, seorang anggota polisi yang bertugas di lapangan mestinya dapat bekerja secara profesional dan terukur.

Masalahnya memang tidak sederhana. Sebab tidak jarang pula, seorang anggota polisi yang berhadapan dengan pelaku kriminal juga menghadapi situasi-situasi sulit yang mengharuskan melakukan tindakan yang diperlukan. Maka di sinilah dibutuhkan investigasi objektif untuk mengungkap mengapa peristiwa itu terjadi.

Langkah Wakapolda Sulteng yang memerintahkan Propam melakukan pemeriksaan terhadap lima anggota Buser Polres Parimo yang turut dalam penangkapan merupakan hal yang perlu diapresiasi. Tapi lebih penting dari itu, kita harapkan publik turut memantau perkembangan kasus ini. Supaya Tim Propam yang diturunkan dapat bekerja secara objektif dan transparan sehingga hasilnya juga akuntabel.

Kehadiran petinggi kepolisian di rumah duka di Desa Olaya Parimo diharapkan membawa suasana yang lebih sejuk. Ini adalah bentuk empati dan jaminan kepada keluarga korban bahwa polisi akan bekerja profesional. Semoga peristiwa serupa tidak terjadi lagi di masa-masa mendatang. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.