TAJUK | Perbaikan Jalan Harus Tetap Diprioritaskan

- Periklanan -

MASYARAKAT pengguna jalan di poros Poso-Napu kembali meminta perhatian pemerintah agar kerusakan parah di jalur tersebut dapat segera diperbaiki. Kondisi jalan yang rusak kerap menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Mobil-mobil minibus pengangkut sayur dari Napu biasa terbalik di tanjakan Pentondongia. Selain mengancam keselamatan jiwa, peristiwa semacam ini menimbulkan kerugian materil yang tidak sedikit.

Jalur Poso-Napu merupakan urat nadi perekonomian warga. Jika jalan rusak harga-harga kebutuhan pokok yang dipasok dari luar akan meningkat. Sebaliknya, hasil pertanian masyarakat yang akan dijual keluar daerah mengalami hambatan pengangkutan. Itu sebabnya, warga Napu sangat berharap agar pemerintah provinsi punya perhatian terhadap kondisi jalan di wilayah mereka. Warga merasa selama ini perhatian pemerintah terhadap daerah mereka relatif kurang dibanding daerah lain.

Di wilayah Sulteng umumnya, persoalan jalan masih menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi pemerintah. Baik jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten/kota. Seperti jalan yang menghubungkan Kota Palu dengan Kabupaten Tolitoli, baik melalui jalur barat maupun timur, semuanya masih butuh perbaikan ekstra. Kerusakan tidak saja mempengaruhi waktu perjalanan tapi sangat potensial menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yang fatal.

- Periklanan -

Demikian pula jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Tolitoli dengan Kabupaten Buol, di titik tertentu masih terdapat kerusakan yang menghambat arus lalu lintas. Di jalur-jalur tersebut memang terlihat ada perbaikan tapi masih bersifat sporadis. Perbaikan yang terus-menerus dilakukan hanya terjadi di wilayah kebun kopi. Entah sudah berapa besar biaya yang dihabiskan untuk jalur ini. Masyarakat sebenarnya berharap agar Jalan Palu-Parigi Bypass dapat segera terwujud. Mungkin investasinya besar tapi akan lebih efisien dalam jangka panjang dibanding mempertahankan jalur yang ada sekarang.

Meskipun saat ini di hampir semua kabupaten sudah terdapat bandara udara dan transportasi udara dapat menjadi alternatif bagi masyarakat namun tidak berarti pemerintah boleh mengabaikan pembangunan dan perbaikan jalan yang menghubungkan daerah-daerah yang ada. Transportasi udara mungkin menjadi pilihan dan sangat efisien bagi segmen masyarakat tertentu tapi tidak semua masyarakat dapat menjangkaunya. Sebagaian besar masyarakat kita masih merupakan pengguna transportasi darat.

Karena itu, pemerintah provinsi mesti mengambil peran penting dalam soal ini dengan menyeleraskan program dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Yang lebih penting lagi memastikan bahwa perbaikan jalan yang menggunakan uang rakyat dalam jumlah besar benar-benar dilaksanakan secara bertanggung jawab. Jangan sampai kerusakan jalan yang terjadi berulang-ulang bukan sekadar faktor alam yang ekstrim tapi karena kualitas pembangunannya yang memang tidak memenuhi standar sejak awal. (**)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.