TAJUK | Penting Mana, Hutan Kota atau Sport Center? 

- Periklanan -

PENGEMBANGAN hutan kota di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore yang sedang berjalan mengalami hambatan. Antara Pemprov Sulteng dengan Pemkot Palu terkesan belum bersinergi berkenaan dengan pengembangan dan pemanfaataan lokasi hutan kota yang berhadapan dengan Kampus Universitas Muhammadiyah Palu itu.

Beredar kabar bahwa Pemprov Sulteng melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI) Sulteng bermaksud membangun sport center di area hutan kota. Rencana inilah yang tidak bisa diterima Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu. Sebab berdasarkan regulasi yang ada, di dalam hutan kota tidak boleh dibangun fasilitas olahraga dengan skala besar.

Masalahnya karena status lokasi tempat pembangunan hutan kota masih merupakan milik Pemprov Sulteng. Pemkot hanya diberikan kuasa pengelolaan. Bukan hibah pengalihan hak. Ketidakselarasan perencanaan antara Pemprov dan Pemkot dapat menghambat kelanjutan proyek hutan kota yang telah berjalan saat ini.

- Periklanan -

Untuk mengatasi masalah di atas maka Pemprov dan Pemkot perlu membangun sinergi yang lebih baik. Bukan soal siapa yang berhak atas kepemilikan maupun pengelolaannya tapi harus dikembalikan pada kepentingan publik dan regulasi yang mengaturnya.

Kepentingan publik tentu menyangkut kebutuhan yang paling urgen bagi warga kota, apakah hutan kota atau sport center? Di atas pilihan-pilihan itu,  tentu harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kawasan yang saat ini diproyeksikan sebagai lokasi pembangunan hutan kota merupakan sedikit dari ruang yang tersisa oleh pemanfaatan ruang yang berorientasi ekonomi. Karena itu, penting bagi Pemprov maupun Pemkot untuk memastikan bahwa apa yang sedang dikerjakan benar-benar sesuai dengan konsep dan kaidah yang berlaku bagi sebuah hutan kota. Jangan sampai namanya hutan kota tapi isinya tidak mencerminkan sebagai hutan kota. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.