TAJUK | Pemajuan Perpustakaan Butuh Dukungan Anggaran

- Periklanan -

KOLEKSI Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sulteng berjumlah sekitar 50.779 judul dengan 263.119 eksamplar. Mungkin ada provinsi lain di Indonesia yang memiliki jumlah koleksi yang lebih banyak atau bahkan lebih sedikit dibanding yang dimiliki Perpustakaan Daerah Sulteng. Maka membandingkan perpustakaan antara satu daerah dengan daerah lain sifatnya relatif. Namun bila mencermati perkembangan dunia ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang ditandai dengan membanjirnya sumber-sumber bacaaan baru maka angka 50.779 judul menjadi sangat kecil.

Mereka yang pernah ke Perpustakaan Daerah Provinsi Sulteng, sejauh ini tidak akan menemukan peningkatan signifikan terhadap jumlah koleksi yang ada. Terbitan bacaan-bacaan terbaru di berbagai bidang, masih sangat sulit diperoleh. Maka sangat dapat dipahami ketika jumlah pengunjung perpustakaan pun masih minim. Untungnya karena saat ini masyarakat umum maupun mahasiswa/pelajar sudah sangat terbantu dengan kehadiran teknologi informasi yang sangat memudahkan dalam mengakses berbagai sumber bacaan secara online.

Meskipun demikian, bukan menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk tidak memberi perhatian terhadap keberadaan perpustakaan. Agar perpustakaan dikunjungi masyarakat maka hal utama yang perlu dibenahi adalah penambahan koleksi judul buku. Ragam koleksi yang tersedia akan berbanding lurus dengan jumlah pengunjung. Selain jumlah koleksi, perpustakaan daerah perlu pula mengembangkan layanan yang berbasis digital. Untuk kepentingan ini tentu dibutuhkan sumber daya manusia atau pustakawan yang memiliki kompetensi. Ini semua memerlukan dukungan anggaran yang tidak sedikit.

- Periklanan -

Jika perpustakaan provinsi saja relatif masih tertinggal dari kondisi ideal sebuah perpustakaan di era milenial, lantas bagaimana dengan perpustakaan yang dimiliki oleh kabupaten/kota? Kota Palu sebenarnya sudah lebih maju dari sisi regulasi karena telah memiliki Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Perpustakaan. Namun sering terjadi,  apa yang menjadi rumusan ideal dalam norma-norma yang tertuang dalam sebuah Perda, tidak terimplementasi dalam realitas. Letak perpustakaan Kota Palu sendiri mungkin sebagian besar pelajar/mahasiswa belum mengetahuinya apalagi pernah mengunjunginya.

Inilah tantangan bagi pemerintah daerah di Sulteng. Keberadaan perpustakaan jangan sampai dianggap sekadar pelengkap. Sebab kemajuan peradaban suatu daerah bukan diukur dari intensitasnya menyelenggarakan kegiatan nasional seremonial. Kemajuan peradaban suatu daerah justeru lebih tepat diukur dari sejauhmana pemerintahnya menyediakan layanan perpustakaan yang baik dan sejauhmana masyarakatnya menjadi pengguna perpustakaan yang aktif.

Ke depan pemerintah daerah di Sulteng pada semua level perlu mendorong agar perpustakaan yang ada dapat lebih digairahkan lagi. Agar minat baca masyarakat Indonesia yang berada di urutan ke-60 dunia dapat meningkat. Syukur kalau Sulteng memberi kontribusi positif bagi peningkatan minat baca tersebut. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.