TAJUK | Pejabat Tak Perlu Reaktif Tanggapi Isu Media Sosial

- Periklanan -

ANWAR HAFID, bupati Morowali diserang dengan kata-kata yang kurang pantas di media sosial facebook. Akun yang menyerang bupati memasang foto wajah seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sulteng. Praktis postingan ujaran kebencian tersebut  menjadi perbincangan warga net di Kabupaten Morowali yang suhu politiknya sedang menghangat jelang hari H pilkada.

Meski menyesalkan tindakan pelaku, Anwar memastikan tidak akan melakukan upaya hukum apa pun. Keputusan untuk tidak terlalu reaktif dengan berbagai informasi yang berseliweran di media sosial merupakan pilihan yang bijak dan tepat. Meskipun ujaran kebencian merupakan pelanggaran hukum tapi seorang pejabat publik harus pula menyadari posisinya yang kerap akan menjadi sasaran tembak dari pihak-pihak yang tidak puas dengan kepemimpinannya.

Jika setiap isu yang berkembang di media sosial ditanggapi maka seorang pejabat akan habis waktunya berurusan dengan persoalan hukum. Harus melaporkan ke aparat penegak hukum, diperiksa oleh penyidik, hingga akan dihadirkan sebagai saksi di pengadilan sekiranya kasus tersebut berlanjut. Jika itu terjadi maka waktu yang seharusnya penuh untuk memikirkan dan melayani kepentingan rakyat justeru akan dihabiskan menanggapi isu-isu media sosial yang kadang liar dan tidak terkendali.

- Periklanan -

Para pejabat publik di zaman now harus sadar betul akan perubahan yang serba cepat ini. Penggunaan media sosial makin massif dan kerap dimanfaatkan untuk kepentingan yang melanggar hukum dan bertentangan dengan etika. Maka sikap paling bijak adalah merespons setiap isu di media sosial secara proporsional. Sepanjang menyangkut masukan yang bersifat konstruktif terkait dengan tanggung jawab sebagai pejabat publik, semestinya direspons dengan baik dan cepat.

Tapi bila postingan di sosial media bersifat destruktif atau bahkan telah menyerang pribadi, sepanjang untuk hal-hal yang tidak terlalu prinsip maka sebaiknya tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Sebab semakin ditanggapi akan semakin berkembang liar pula isunya. Lapor-melapor terkait ujaran kebencian dan sejenisnya, seperti yang terjadi hari-hari ini di berbagai tempat,  justeru menimbulkan kegaduhan baru. Dari aspek kepastian hukum mungkin sudah tepat tapi dari sisi kemanfataan sebagai tujuan hukum lainnya sepertinya kurang tepat.

Sikap Anwar Hafid yang tidak reaktif terhadap serangan terhadap dirinya melalui akun facebook bahkan akan menaikkan citra dirinya sebagai seorang politisi yang matang. Bagi politisi, hujatan dari seseorang dapat dikelola menjadi rasa simpatik dari orang banyak. Sementara pelaku, siapa pun dia, justeru akan menerima sanksi sosial. Tidak saja dari sesama pengguna sosial media tapi dari lingkungan sekitarnya.

Maka penting bagi orang yang dipasang fotonya dalam akun facebook tersebut untuk memberikan klarifikasi. Sekiranya itu dilakukan oleh orang lain maka yang bersangkutan perlu menyampaikan kepada Anwar Hafid agar tidak terjadi kesalahpahaman. Bahkan yang bersangkutan bisa melaporkan persoalan tersebut ke polisi karena telah menjadi korban dari pihak yang menggunakan identitas dirinya untuk menyerang orang lain.   (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.