Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

TAJUK | Pejabat Dituntut Kemampuan Reflektif Jabarkan Visi-Misi Kepala Daerah  

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PEMKAB Banggai akhirnya berhasil menyelesaikan proses lelang jabatan untuk pengisian pimpinan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dari proses seleksi yang dilakukan terjaring 25 aparatur sipil negara (ASN) yang dinyatakan memenuhi syarat administratif dan syarat kompetensi untuk direkomendasikan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama Eselon II B. Selain 25 ASN yang dinyatakan telah lulus seleksi, terdapat 14 nama yang dinyatakan belum lulus tapi diberikan kesempatan kedua untuk mengikuti seleksi.

Terdapat 12 pos jabatan yang akan diisi. Di antaranya, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Sosial, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kepala Dinas PTSP, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Badan Pendapatan Daerah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM.

Mengingat penting dan strategisnya pos-pos jabatan yang tersedia, maka kita berharap agar mereka yang lulus seleksi memang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang terkait dengan bidang tugasnya. Termasuk kemampuan leadership, manajemen, dan komunikasi (soft skill) yang sangat dibutuhkan dalam mendinamisasi dan menggerakkan organisasi yang dipimpinnya. Para pejabat yang akan duduk pada posisi jabatan eselon II B juga dituntut memiliki kemampuan reflektif dalam menjabarkan visi-misi kepala daerah.

Proses pengisian jabatan Eselon II B diharapkan seminimal mungkin steril dari pergulatan kepentingan yang nyata maupun terselubung antara bupati dengan wakil bupati. Sebab jika itu terjadi, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa awalnya retaknya hubungan harmonis antara bupati dengan wakil bupati, salah satunya dipicu oleh dominasi dan ketidakpuasan salah satu pihak dalam penempatan pejabat.

Akibat lebih lanjut, para pejabat yang seharusnya netral dan bersikap profesional menjadi terbelah loyalitasnya. Sebagian loyal kepada bupati dan sebagian lainnya justeru lebih loyal kepada wakil bupati. Namun sejauh ini kita menyakini bahwa Bupati Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo akan mematutkan diri sesuai status dan posisi masing-masing sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Banggai dapat berjalan baik karena kedua pimpinan selalu merasa sebagai satu bagian yang saling tidak terpisahkan.

Bagi mereka yang dinyatakan lulus seleksi dan kelak akan ditempatkan pada pos jabatan tertentu agar dapat menjalankan amanah dengan baik. Menjadi pelayan rakyat sejati, memberi motivasi bagi anak buahnya dalam bekerja, dapat bekerja sama dengan sejawatnya sesama pejabat eksekutif. Termasuk pula mampu membangun komunikasi yang baik dengan kalangan legislatif dalam batas-batas yang proporsional dan profesional. Dan lebih utama loyal kepada atasan serta bekerja secara taat asas dan aturan-aturan hukum yang berlaku. (**)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.