TAJUK | Nestapa Warga Desa Uewaju

- Periklanan -

UEWAJU merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Bungku Utara Kabupaten Morowali Utara (Morut). Lazimnya desa di pesisir, warga  menggantungkan sumber kehidupannya kepada laut. Namun laut pula yang kerap menjadi ancaman bagi warga desa yang berjumlah sekitar 839 jiwa dari 238 KK ini.

Peristiwa air pasang disertai ombak besar yang bertemu dengan hujan deras masih menyisakan trauma bagi warga. Sebelas tahun silam,  desa ini pernah terendam yang  menghayutkan sejumlah rumah.

Kini, ancaman abrasi terus berlangsung. Tapak demi tapak daratan hilang tergerus air laut. Luas daratan semakin berkurang. Bentangan daratan yang kini tersisa hanya sekitar 50-an meter dengan panjang tidak lebih dari 2 Km. Di sisi yang lain, desa ini diapit sungai Solato dan sungai Ulaa. Kedua sungai ini berada dalam kawasan cagar alam  yang tidak boleh tersentuh aktivitas warga. Maju kena mundur kena. Di depan ada laut dan di belakang ada cagar alam.

Untuk sekadar bertahan dengan kondisi yang ada, warga hanya mengandalkan batu gajah penahan abrasi. Tahun 2015,  ada proyek tersebut  tapi oleh warga dinilai kurang bermanfaat karena kesalahan desain. Tahun 2017,  turun proyek serupa sehingga saat ini warga berharap dapat dilanjutkan bentangannya hingga ke ujung desa. Tapi ini hanya solusi jangka pendek. Mereka masih khawatir suatu saat desa ini akan benar-benar tenggelam. Cuaca buruk biasanya berlangsung Mei-Agustus.

- Periklanan -

Bagi warga Uewaju, desa yang mereka tinggali sekarang sebenarnya sudah tidak layak.  Ini pun diamini oleh pemerintah setempat. Desa Uewaju sudah masuk daftar zona rawan bencana. Menurut Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morut Musda Guntur, pemerintah sedang merumuskan kebijakan untuk merelokasi warga Desa Uewaju sesegera mungkin. Kita harapkan agar relokasi tersebut dapat segera diwujudkan sebelum kecemasan warga terbukti.

Pemkab  ini berburu dengan waktu. Formulasi kebijakannya jangan sampai bertele-tele sehingga memakan waktu dan potensial memakan korban. Relokasi bisa segera dilakukan sebab warga sendiri yang memintanya. Yang sulit dilakukan  jika Pemkab memprogramkan relokasi sementara warganya menolak. Untuk kasus Desa Uewaju, warganya bersedia dan Pemkab sudah memikirkannya. Namun satu hal yang perlu dipikirkan dengan matang adalah lokasi baru yang disiapkan.

Karena warga Desa Uewaju hampir seluruhnya bekerja sebagai nelayan maka lokasi baru yang harus disiapkan Pemkab harus selaras dengan tempat yang mereka diami saat ini. Akan naif rasanya jika masyarakat yang kehidupannya di laut tiba-tiba di relokasi ke suatu tempat yang jauh dari laut. Kita meyakini bahwa Pemkab Morut akan melakukan yang paling baik buat warga Desa Uewaju.

Sudah cukup mereka hidup dalam keganasan alam selama bertahun-tahun. Saatnya nestapa mereka diakhiri. Dipindahkan ke lokasi baru yang lebih layak. Lokasi di mana anak-anak mereka kelak bisa bersekolah. Warganya dapat mengakses fasilitas kesehatan jika mengalami sakit. Dan terutama mereka tidak tercerabut dari kebiasaan dan kehidupan mereka yang sudah menyatu dengan laut. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.