TAJUK | Memperbanyak Kegiatan Positif bagi Remaja Kita 

- Periklanan -

BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Sulteng menggelar malam apresiasi Duta Generasi Berencana (GenRE). Kegiatan yang melibatkan kalangan mahasiswa ini mengampanyekan tiga isu penting. Menolak nikah dini, seks pranikah, dan narkotika. Sebelumnya, Balai Bahasa Sulteng juga menggelar pemilihan Duta Bahasa. Sasarannya  kalangan remaja dan mahasiswa. Agar mereka menjadi pengguna bahasa Indonesia yang baik, benar, dan tertib.

Program serupa yang digelar pemerintah dan menyasar kalangan generasi muda sebenarnya sudah banyak. Seperti program pertukaran pemuda antarnegara yang juga rutin dilaksanakan. Mengirim pemuda-pemuda dari berbagai daerah di Indonesia ke luar negeri. Selain yang diinisiasi pemerintah, program yang merupakan prakarsa murni masyarakat dan swasta pun cukup banyak. Seperti program Jelajah Asa yang diprakarsai Rumah Bahari Gemilang  dan Aksi Turun Tangan yang diinisiasi sejumlah anak muda di daerah ini.

Kiranya dengan makin intensifnya program-program seperti ini memberikan ruang yang semakin luas dan beragam bagi generasi muda kita untuk menyalurkan minat dan bakat yang dimilikinya. Energi mereka akan disalurkan dan terserap oleh kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat. Positif untuk membentuk jati diri dan mengasah sensivitas mereka terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Sekaligus bermanfaat dan kontributif bagi kemaslahatan bersama. Sebagaimana diketahui isu nikah dini, seks pranikah, maupun narkotika menjadi fenomena sosial yang sangat kompleks saat ini.

- Periklanan -

Dengan hadirnya duta-duta GenRe di bawah binaan BKKBN,  diharapkan menjadi media sosialisasi yang efektif terhadap kalangan remaja untuk makin memahami pentingnya perencanaan dalam pernikahan. Meskipun Sulteng tidak termasuk lima besar provinsi di Indonesia dalam kasus pernikahan anak tapi secara faktual di masyarakat kita temukan hal-hal seperti itu.

Demikian pula tugas untuk duta-duta bahasa yang terpilih. Memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar bukanlah persoalan yang mudah. Termasuk upaya pelestarian bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Pelibatan generasi muda dalam tugas-tugas seperti ini, tidak saja akan lebih efektif tapi akan memberi manfaat yang berdimensi jangka panjang.

Tentu masih banyak aspek lain yang memerlukan pelibatan generasi muda. Misalnya, terkait dengan perkembangan paham radikal, kekerasan, keselamatan di jalan raya, narkoba, dan lainnya. Kita juga memerlukan duta untuk berperan dalam isu-isu seperti ini. Kita harapkan agar generasi muda yang terlibat tidak saja terbatas pada mereka yang relatif sudah menapak pendidikan di jenjang perguruan tinggi.

Generasi muda kita yang cenderung termarginalkan dan tidak memiliki akses terhadap pendidikan justeru lebih penting untuk disentuh dan dilibatkan. Penting bagi pemerintah untuk memikirkan kalangan generasi muda kita yang karena berbagai faktor tidak memiliki kesempatan yang sama dengan segenerasinya untuk diberikan ruang berkreasi yang juga memadai. Dengan itu kita harapkan kasus-kasus pembegalan, pencurian dengan kekerasan, dan sejenisnya yang melibatkan kalangan remaja dapat diminimalkan. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.