TAJUK | Mahasiswa dan  Zaman yang Sudah Berubah

- Periklanan -

Universitas Tadulako terus bersolek. Tampak pemandangan taman yang asri berlatar gedung rektorat Untad yang indah dan megah. (Foto: Humas Untad)

DI Universitas Tadulako (Untad) ada sekitar 9.688 mahasiswa baru (Maba) yang sedang mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Kegiatan serupa dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi negeri/swasta yang di tanah air. PKKMB yang sebelumnya dikenal dengan orientasi akademik (Ormik) merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap Maba sebelum perkuliahan dimulakan.

Proses ini diharapkan memberi gambaran awal kepada Maba tentang pernak-pernik dan dinamika kehidupan kampus yang berbeda nuansa dan suasananya dengan kehidupan sekolah. Namun istilah Maba seharusnya berhenti setelah kegiatan PKKMB selesai. Istilah senior-yunior sudah tidak layak diperpanjang setelah perkuliahan berjalan. Semua statusnya sama sebagai mahasiswa yang merupakan warga sivitas akademika. Siapa yang disiplin dan tangguh akan menyelesaikan pendidikan lebih cepat.

Menyandang status mahasiswa merupakan sebuah prestise tersendiri. Sebab mahasiswa dalam setiap zaman selalu menjadi pendobrak perubahan. Selalu tampil sebagai kelompok terdidik yang berjuang membela kepentingan rakyat dan melawan penguasa yang menindas. Semakin otoriter sebuah rezim akan semakin penting pula keberadaan mahasiswa. Dari kampus akan lahir aktivis atau tokoh-tokoh pergerakan mahasiswa.

- Periklanan -

Kini, dalam rezim yang terbuka dan demokratis, kondisi dan tantangannya sudah berubah. Karena itu, peran mahasiswa dituntut pula untuk menyesuaikan dengan dinamika zaman yang berubah itu. Belajar berorganisasi dan berorasi tetap dibutuhkan. Sebab ini menjadi modal penting setelah meninggalkan bangku kuliah dan berkarya di lingkungan sosial yang lebih luas. Namun kesibukan berorganisasi jangan sampai menjadi penghambat atau alasan untuk mengabaikan tugas utama sebagai mahasiswa.

Penting bagi mahasiswa sekarang untuk berhitung dengan waktu. Bila lalai dengan waktu maka drop out (DO) akan membayangi. Akan sangat disesalkan jika ada mahasiswa yang terpaksa terlempar dari kampus tanpa ijazah hanya karena lalai dengan waktu. Hal klasik yang kerap menjadi alasan selama ini adalah kesibukan berorganisasi sehingga lalai atau sengaja mengabaikan  tugas utama di bidang akademik.

Inilah yang perlu ditekankan dalam materi-materi PKKMB agar para Maba sadar dengan risiko bila tidak mampu memanfaatkan waktu dengan efisien. Mahasiswa perlu terus diingatkan untuk fokus mengembangkan keahlian pada bidang yang diminatinya. Sebab era persaingan di luar makin ketat. Hanya mereka yang memiliki kemampuan dan keahlian yang akan berhasil merebut peluang dan memenangkan kompetisi.

Sambil belajar menekuni bidang keilmuannya, kepekaan sosial juga tetap harus dijaga. Tapi saat ini menjadi aktivis pergerakan bukan lagi satu-satunya cara untuk mengasah kepekaan sosial. Dunia yang sudah berubah pun menawarkan tantangan-tantangan baru. Intinya bagaimana berbuat positif untuk diri sendiri. Syukur bila hal-hal positif tersebut bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain. Mulai dari hal-hal kecil tapi dilakukan secara konsisten. Tidak harus menjadi orator demonstrasi yang menutup pintu kampus.  (**)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.