TAJUK | Kepolisian-Pers Bersinergi Demi Kepentingan Publik

- Periklanan -

KASAT Brimob Polda Sulteng Kombes Pol Guruh Arif Darmawan menyampaikan permohonan maaf atas insiden penghalangan yang dilakukan salah seorang anak buahnya terhadap wartawan yang melakukan peliputan peristiwa kebakaran di Mako Brimob, Selasa 6 Maret lalu. Sebelumnya Koalisi Jurnalis Dukung Kebebasan Pers (KJDKP) mengirimkan surat terbuka kepada Kapolda Sulteng yang menyayangkan terjadi tindakan oknum anggota Brimob Polda Sulteng yang mengarah pada pelanggaran terhadap undang-undang pers.

Permohonan maaf yang disampaikan Kasat Brimob menujukkan sikap kesatria seorang pimpinan yang bertanggung jawab atas dugaan kesalahan yang dilakukan bawahannya. Kiranya jalan damai yang ditempuh melalui proses mediasi menjadikan hubungan antara jajaran kepolisian dan masyarakat pers di daerah ini makin baik di masa yang akan datang. Masing-masing pihak bekerja secara profesional dan saling menghargai satu dengan yang lain. Sebab bagaimana pun juga,  kedua profesi ini sebetulnya sangat dekat dan saling membutuhkan. Pers butuh polisi dan polisi butuh pers.

Tapi sinergi antara jajaran kepolisian dan masyarakat pers tidak berarti harus dibangun semata karena kedekatan dan saling membutuhkan di antara keduanya. Di atas itu semua, sinergi antara kepolisian dan pers harus dibangun demi kepentingan publik. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di bidang keamanan, kepolisian membutuhkan pers sebagai mitra yang strategis. Demikian pula dalam mengemban perannya menyampaikan informasi kepada publik, pers tidak bisa lepas dari kebutuhan untuk bersinergi dengan kepolisian.

- Periklanan -

Ketika kita menjaga terbangunnya sinergi dan  kebersamaan antara polisi dan pers, pada hakikatnya kita telah turut berkontribusi untuk menjaga dan memastikan terpenuhinya kepentingan publik. Kepentingan atas keamanan di satu sisi dan kepentingan atas informasi pada sisi yang lain. Kedua hal tersebut sangat fundamental, baik bagi setiap individu maupun masyarakat secara kolekif. Maka protes para pekerja pers atas insiden saat peristiwa kebakaran, bukan semata untuk kepentingan wartawan itu sendiri. Tapi mewakili kepentingan publik untuk memperoleh informasi yang akurat.

Demikian pula kebesaran hati pimpinan Brimob Polda Sulteng untuk berdialog dengan para pekerja pers tidak semata didorong oleh kepentingan institusi tapi juga demi untuk kepentingan publik yang lebih besar. Sebab jika ada yang tidak selesai atau mengganjal antara jajaran kepolisian dan masyarakat pers di daerah ini,  maka yang dirugikan bukan hanya institusi kepolisian dan pekerja pers tapi publik secara keseluruhan.

Apresiasi pantas kita sampaikan kepada Kasat Brimob dan KJDKP yang telah berupaya menemukan penyelesaian atas masalah ini lewat mediasi sebagai pilihan yang sangat elegan. Kedua pihak secara bersama mesti mengambil pelajaran dari peristiwa yang telah terjadi. Tidak saja bagi jajaran kepolisian, para pekerja pers pun dituntut untuk semakin meningkatkan kapasitas dan kompetensinya. Memahami undang-undang pers dengan lebih baik. Menjiwai kode etik jurnalistik lebih dalam sebagai panduan nurani untuk melakukan tugas-tugas di lapangan. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.