TAJUK | Kehadiran PLUT KUMKM Diharapkan  Edukasi Pelaku Usaha dan Masyarakat

- Periklanan -

GEDUNG Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM) Sulteng akhirnya diresmikan penggunaannya oleh Sekretaris Daerah HM Hidayat Lamakarate, Rabu (25/10).

Peresmian gedung yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta Palu itu, dihadiri Deputy Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Abdul Kadir Damanik. Peresmian gedung dirangkaikan dengan launching Kampung UKM Digital yang merupakan kerjasama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan PT Telkom Tbk.

Program PLUT KUMKM diluncurkan pemerintah sejak tahun 2013. Pembangunan PLUT KUMKM Sulteng diprogramkan tahun 2016 dengan menggunakan dana yang bersumber dari APBN dan dukungan APBD. Alokasi dana APBN sebesar Rp3miliar untuk perencanaan dan pembangunan gedung serta dukungan dana APBD tahun 2016 dan tahun 2017 sebesar Rp2,1 miliar untuk pengadaan sarana perlengkapan dan konstruksi di luar gedung (pagar dan tanaman).

Agak disayangkan karena pembangunan gedung dengan dana yang cukup besar ini sepertinya kurang maksimal. Pandangan sepintas dari luar kurang mencerminkan sebagai gedung yang dibangun dengan kualitas pekerjaan yang baik. Kontras dengan bangunan gedung SMANOR Tadulako yang kebetulan bersebelahan dengan gedung PLUT KUMKM. Catatan koran ini, proses perampungan gedung ini dilakukan seperti kejar tayang. Kala itu, pekerja bekerja siang malam untuk menyelesaikan beberapa bagian gedung sehingga hasil pekerjaannya juga kurang estetik.

- Periklanan -

Terlepas dari hal di atas, diharapkan kehadiran PLUT KUMKM yang disertai dengan Kampung UKM Digital memberi sentuhan baru bagi upaya pembinaan koperasi dan usaha kecil menengah di Sulteng. Dengan penempatan tenaga konsultan pendamping yang memahami teknologi dan ekonomi digital, para pelaku usaha dan koperasi di Sulteng dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar. Beradaptasi dengan perkembangan dan kecenderungan dunia usaha yang tidak bisa terhindarkan dari perkembangan teknologi informasi.

Tanpa kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini, maka KUMKM akan sulit berkompetisi dan merebut peluang pasar. Kehadiran PLUT KUMKM dengan tenaga pendamping diharapkan dapat membantu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta koperasi untuk lebih mandiri dan berkembang. Pendampingan terutama dibutuhkan untuk membuka dan  memperluas akses pasar atas produk-produk yang dihasilkan. Pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran merupakan peluang yang harus dimanfaatkan di era sekarang ini.

Data yang disampaikan Kadis Koperasi dan UMKM Sulteng Asmawir H Suti tentang jumlah koperasi dan UMKM di Sulteng cukup menarik. Data per 30 September 2017, tercatat 2.359 unit koperasi. Dari jumlah itu, sebanyak 1.510 merupakan koperasi aktif dan sisanya 849 unit merupakan koperasi yang tidak aktif. Jumlah ini sebetulnya merupakan suatu potensi yang cukup memberi harapan.

Namun dalam realitasnya, keberadaan koperasi di masyarakat sejauh ini tampaknya kurang kontributif bagi peningkatan kesejahteraan. Justeru koperasi yang banyak dikenal dan dimanfaatkan masyarakat adalah koperasi simpan pinjam yang kerap membebani karena menerapkan bunga tinggi. Kehadiran PLUT diharapkan mengedukasi pelaku usaha sekaligus masyarakat.  (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.