TAJUK | Jembatan Warna Warni Sarana Promosi yang Murah Meriah

- Periklanan -

Begini kondisi terkahir jembatan warna warni di pantai Teluk Palu. (Foto: Mugni Supardi)

KONDISI jembatan warna-warni di Kelurahan Besusu Barat Kecamatan Mantikulore yang hanya berjarak belasan meter dari Jembatan Palu IV sudah nyaris ambruk total. Padahal keberadaan jembatan tersebut sempat menjadi favorit warga untuk sekadar berselfie ria dengan latar belakang hamparan Teluk Palu yang eksotis. Kini jembatan warna-warni hanya terlihat seperti tumpukan kayu yang sudah lapuk. Sedikit lagi jadi sampah.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palu berencana merenovasi jembatan dengan konstruksi kayu tersebut. Diupayakan dalam APBD Perubahan dapat dianggarkan untuk perbaikan. Menurut Kadisbudpar Kota Palu, Moh Ridwan Karim pihaknya optimistis usulan anggaran akan dapat disetujui. Sebab jembatan warna-warni telah menjadi salah satu destinasi wisata Kota Palu yang sangat strategis karena posisinya berada di bibir pantai.

Dalam perkembangan sosial media seperti sekarang ini, keberadaan spot-spot tertentu yang dikreasi sedemikian rupa sehingga menarik sebagai tempat berfoto, sebetulnya merupakan sarana publikasi yang sangat murah dengan efek yang luar biasa. Mereka yang berkunjung ke Teluk Palu baik warga Kota Palu sendiri maupun pengunjung dari luar daerah bahkan luar negeri lazimnnya mencari tempat-tempat yang unik untuk mengambil gambar.

- Periklanan -

Foto-foto yang dihasilkan akan kemudian diunggah dalam berbagai saluran sosial media seperti facebook, instagram, twitter, dan lainnya. Dengan sangat cepat sebuah gambar di suatu daerah akan menyebar ke daerah lain. Foto-foto tersebut akan dilengkapi narasi atau keterangan pelengkap yang berarti secara tidak langsung turut mempromosikan suatu daerah.

Maka semakin banyak spot pengambilan gambar yang unik di suatu kota maka kemungkinan untuk terpublikasi secara luas juga makin terbuka. Inilah yang perlu diargumentasikan pihak Disbudpar pada pembahasan anggaran perubahan dengan DPRD kelak. Berikan keyakinan kepada anggota legislatif bahwa pembangunan ruang publik semisal jembatan warna-warna sebenarnya punya efek yang sangat luar biasa.

Tidak saja menyangkut keindahan yang enak dipandang mata tapi sekaligus keindahan yang dapat menjadi alat promosi daerah dengan cara yang murah meriah. Dengan alasan seperti ini maka tidak akan ada resistensi dari anggota DPRD. Karena manfaatnya dapat terlihat secara kasat mata dan dinikmati oleh publik secara luas. Bukan sebuah proyek yang manfaatnya hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.

Namun yang perlu diingat pada pengusulan renovasi nanti, bahan konstruksi jembatan tidak boleh lagi menggunakan kayu. Sebaiknya diganti dengan bahan yang tidak mudah rusak karena pengaruh alam seperti panas, hujan, dan air laut. Kalau pun dengan alasan estetika akan mempertahankan bahan kayu harus dicari kayu yang tahan terhadap air dan tidak mudah lapuk seperti jenis kayu dipakai sebelumnya. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.