TAJUK | Jangan Tanamkan Perilaku Koruptif!

- Periklanan -

Anggota Paskibraka Kabupaten Morowali Utara mencocokan sepatu latihan dari dinas setempat. (Foto: Ilham Nusi)

BELUM usai kabar buruk tentang pengelolaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulteng. Khususnya kabar tentang makanan yang diduga tidak sesuai standar gizi yang diberikan kepada atlet. Kini muncul lagi kabar serupa dari Kabupaten Morowali Utara. Sepatu latihan yang diadakan untuk anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) dikabarkan sudah terkelupas. Padahal sepatu latihan tersebut baru dibagikan kepada peserta pada 15 Juli 2017. Sepatu yang baru dua pekan digunakan sudah rusak menandakan kualitas yang sangat buruk.

Pengadaan sepatu anggota Paskibra dilakukan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Morowali Utara. Selain kualitasnya yang tidak bisa diandalkan, prosedur pengadaan sepatu latihan juga tidak taat asas. Sepatu sudah dibeli sebelum penetapan anggota Paskibra. Akibat kesalahan prosedur ini, 16 pasang sepatu terpaksa dikembalikan karena nomornya tidak sesuai dengan ukuran kaki anggota Paskibra. Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Edwan Tampake mengaku siap bertanggung jawab atas masalah ini.

- Periklanan -

Namun terlepas dari kesediaan mengganti sepatu yang rusak oleh pihak Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, kasus-kasus semacam ini sangat memprihatinkan. Sama dengan apa yang dikeluhkan terhadap layanan konsumsi atlet PPLP Dispora Sulteng. Atlet yang dibina PPLP Dispora Sulteng maupun anggota Paskibra di bawah tanggung jawab Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Morowali Utara merupakan generasi muda yang memiliki potensi dan keunggulan. Mereka adalah pemuda-pemuda yang terpilih. Bila dibina dengan baik akan menjadi pemimpin atau setidaknya pelopor di bidangnya masing-masing.

Nah, jika sejak dini mereka sudah dikenalkan dengan perilaku-perilaku yang kurang terpuji, dikhawatirkan hal itu akan terekam di benak mereka. Tanpa disadari pihak-pihak yang turut bertanggung jawab atas pembentukan mental para generasi muda tersebut justeru menjadi pihak yang memberikan contoh yang tidak terpuji. Pengadaan sepatu yang tidak berkualitas tentu suatu pelanggaran. Pemberian makanan yang tidak sesuai standar gizi demikian pula adanya. Jangan sampai ketidaktahuan atau ketidakberdayaan anak-anak yang sedang dibina justeru dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan yang tidak sewajarnya oleh mereka yang diberi tanggung jawab.

Karena itu, baik Gubernur Sulteng sebagai atasan langsung Kadispora Sulteng maupun Bupati Morowali Utara sebagai atasan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Morowali Utara harus mengambil tindakan tegas. Masalahnya tidak bisa disederhanakan hanya persoalan sepatu yang cepat rusak dan makanan yang mungkin suatu hari kurang terpenuhi gizinya. Masalah pokoknya adalah mental anak-anak jangan sampai dirusak oleh perlakuan yang tidak sepatutnya atas diri mereka. Sebab kepada mereka harus diberikan teladan nyata. Dimulai dari hal-hal kecil seperti sepatu dan makanan yang mereka konsumsi. ***

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.