Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

TAJUK | Jangan Lupakan Jalan yang Rusak

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi jalan rusak di Kota Palu (Foto: Suriyanto)

BEBERAPA ruas jalan di Kota Palu saat ini, dalam kondisi yang memprihatinkan. Inilah yang menjadi keluhan warga. Sebab jalan yang rusak, selain mengganggu kelancaran lalu lintas dapat pula menjadi pemicu terjadinya kecelakaan.

Jalan Tanjung Pangimpuan Kelurahan Lolu Selatan, Jalan Tanjung Manimbaya Kelurahan Tatura Utara, dan Jalan di Kompleks Sekolah Madani Kelurahan Talise adalah beberapa jalan yang saat ini membutuhkan perhatian Pemkot.

Jalan Tanjung Manimbaya, misalnya, merupakan jalan dengan fungsi yang sangat vital dan strategis karena merupakan akses langsung ke Pasar Masomba. Demikian pula jalan di Kompleks Sekolah Madani yang terdapat sekolah dari TK sampai SMA, rumah sakit, kampus, dan pusat pendidikan dan latihan pelajar (PPLP) Sulteng. Kepala Seksi Rehab Jalan Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, Oskar mengatakan akan mengupayakan perbaikan beberapa ruas jalan yang rusak tahun ini.

Perbaikan jalan, menurutnya, harus terkoordinasi dengan perbaikan drainase. Sebab bila drainase buruk maka perbaikan jalan menjadi mubazir. Seharusnya tidak terlalu sulit untuk mengkoordinasikan kedua bidang tersebut karena masih dalam satu atap yang sama di bawah Dinas Pekerjaan Umum. Prinsipnya masyarakat membutuhkan infrastruktur publik yang berkualitas dan pemerintah bertanggung jawab dalam pemenuhannya.

Persoalan jalan sama dengan kebersihan kota. Kalau jalannya bagus dan kotanya bersih maka citra pemerintah di mata publik akan semakin positif. Sebaliknya,  jika jalan di suatu daerah berlubang-lubang dan tumpukan sampah ada di mana-mana maka pemerintah pun akan dicitrakan buruk. Karena itu, tuntutan perbaikan jalan selain merupakan kewajiban pemenuhan layanan publik oleh pemerintah, sebetulnya juga akan menentukan baik buruknya citra pemerintah di mata rakyatnya.

Upaya Pemkot dua tahun terakhir ini menggelar berbagai kegiatan budaya sangat positif. Memperkenalkan khasanah seni dan budaya lokal ke tingkat nasional bahkan internasional. Mengundang warga dunia datang ke Palu. Datang untuk merasakan langsung sensasi keindahan tempat-tempat wisata yang ada serta keunikan seni dan budaya lokal yang kita miliki. Semua ini penting untuk melestarikan kekayaan seni dan budaya lokal sekaligus akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja bagi rakyat.

Namun akan sangat ironis jika kita mengundang sebanyak-banyaknya orang untuk berkunjung ke daerah ini namun pada saat yang sama tidak mempersiapkan infrastruktur yang mendukung. Mengundang orang datang ke kota ini sambil membiarkan ruas-ruas jalan yang ada rusak dan berlubang sama halnya dengan mempermalukan diri sendiri. Itu sebabnya, seorang walikota dan wakil walikota harus memiliki wawasan yang utuh. Tidak boleh parsial. Mendorong satu sektor sambil mengabaikan sektor yang lain. (**)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.