TAJUK | Gerakan Bawa Bekal ke Sekolah  Perlu Dukungan Orang Tua Siswa 

- Periklanan -

GERAKAN membawa bekal ke sekolah yang diinisiasi Forum Anak Tadulako Sulteng merupakan salah satu solusi untuk mencegah berulangnya peristiwa keracunan massal seperti yang terjadi di SDIT Al-Fahmi, Jalan Gelatik Kecamatan Palu Selatan, beberapa waktu lalu. Sebagaimana diketahui, keracunan massal yang menyebabkan ratusan siswa terpaksa dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terjadi karena makanan yang disediakan katering sekolah tercemar bakteri yang memicu terjadinya mual dan muntah.

Belajar dari peristiwa ini maka semua pihak terkait harus mengambil peran. Terutama sekolah-sekolah yang menyediakan makanan bagi siswanya secara massal. Harus ada kontrol terhadap kebersihan tempat maupun alat-alat yang digunakan untuk memasak. Termasuk melibatkan juru masak profesional dan bersertifikasi untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi layak gizinya dan aman bagi kesehatan. Keharusan seperti ini tidak berlebihan karena siswa mengeluarkan biaya khusus untuk makanan. Katering telah menjadi bisnis tersendiri di luar urusan pendidikan.

- Periklanan -

Bagi sekolah-sekolah yang bekerja sama dengan pengelola kantin, juga harus memastikan bahwa kantin sekolah menyiapkan menu yang aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Namun selain pengawasan internal sekolah, Dinas Kesehatan dituntut untuk proaktif turun tangan. Membantu sekolah melakukan pengawasan melalui pengambilan sampel secara berkala terhadap makanan yang dijual di sekolah untuk diuji dan dikontrol kebersihannya. Kantin sehat jangan sekadar jadi program tapi harus dilakukan kegiatan nyata di lapangan.

Kontrol dari pihak sekolah maupun Dinas Kesehatan memiliki keterbatasan. Karena itu, pihak orang tua yang harus aktif mencari solusi agar anak-anaknya terhindar dari kemungkinan mengonsumsi makanan yang tidak sehat ketika berada di sekolah. Membawa bekal ke sekolah sebagai gerakan yang hendak dibangkitkan lagi oleh anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Tadulako Sulteng merupakan pilihan yang tepat. Selama ini, karena alasan praktis dan kesibukan, sudah banyak orang tua yang abai terhadap masalah ini. Membawa makanan dari rumah dianggap merepotkan.

Semoga dengan gerakan membawa bekal ke sekolah yang sudah diluncurkan Forum Anak Tadulako Sulteng mengetuk kembali nurani para orang tua untuk mengupayakan agar anak-anaknya sarapan dan membawa bekal dari rumah. Itu salah satu relevansinya mengapa diperlukan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru. Agar orang tua lebih dekat mengontrol anak-anaknya pada jam sekolah. Termasuk lebih dekat mengantar makanan jika anaknya seharian berada di sekolah. Masalahnya karena ada kecenderungan di kalangan sebagian orang tua saat ini, sengaja mencari sekolah yang menyediakan makanan meskipun harus membayar dalam jumlah yang lebih besar. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.