TAJUK | Elpiji 3 Kg Hanya Soal Pengawasan  

- Periklanan -

Ilustrasi (@RadarSulteng/daenk)

GUNA memastikan tidak adanya penyimpangan harga dalam distribusi elpiji kemasan 3 Kg, Pemkot Palu bakal memberlakukan larangan penjualan bagi pengecer. Dengan larangan ini, maka pangkalan yang mendapat suplai dari agen akan langsung menjual kepada masyarakat selaku konsumen akhir.

Kebijakan ini diambil karena disinyalir keberadaan pengecer atau kios yang memperpanjang mata rantai distribusi selama ini, telah menjadi pemicu kenaikan harga yang jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Apa yang dilakukan Bagian Administrasi Perekonomian Pemkot Palu diharapkan efektif menjamin ketersediaan elpiji kemasan 3 Kg di Kota Palu. Keluhan masyarakat selama ini, baik karena kelangkaan  maupun harga di atas HET, diharapkan teratasi dengan kebijakan ini.

Sebagai barang bersubsidi maka elpiji kemasan 3 Kg harus dalam pengawasan pemerintah. Penggunanya harus tepat sasaran dengan harga yang sesuai HET. Industri tidak boleh menggunakan barang subsidi ini. Demikian pula harganya, tidak boleh mengikuti hukum pasar.

- Periklanan -

Penyimpangan dalam distribusi maupun harga akan terjadi bila pengawasan pemerintah tidak ketat. Akan selalu ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan lebih dengan memanfaatkan lemahnya pengawasan. Di satu sisi,  pemerintah selalu mengalami keterbatasan sumber daya untuk melakukan pengawasan secara terus menerus.

Karena itu, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Masalahnya kembali lagi, apakah pemerintah membuka ruang peran serta itu? Apakah setiap keluhan dan informasi yang disampaikan warga mendapat respons yang semestinya? Inilah yang kerap tidak nyambung antara pemerintah dengan publik.

Sebenarnya elpiji kemasan 3 Kg ini sudah lama menjadi persoalan. Bukan saja di Kota Palu tapi hampir di semua daerah. Penyebabnya pun relatif sama. Semua barang bersubsidi akan selalu rentan untuk disalahgunakan oleh oknum. Bahwa saat ini Pemkot mencoba memberlakukan kebijakan yang diharapkan dapat meminimalkan upaya penyimpangan seharusnya mendapat dukungan semua pihak.

Meski demikian,  sosialisasi kepada pengecer atau pemilik kios yang menjual elpiji 3 Kg tetap harus dilakukan. Sebab tidak semua pengecer atau pemilik kios yang kebetulan menjual elpiji 3 Kg mengambil keuntungan tidak wajar dari usahanya itu. Ada juga pengecer atau pemilik kios yang justeru membantu masyarakat di sekitarnya yang kebetulan tidak terdapat pangkalan.

Agar masyarakat tidak kerepoton dengan larangan penjualan bagi kios dan pengecer maka keberadaan pangkalan harus terdistribusi secara merata di setiap kelurahan sampai ke tingkat RT/RW. Agen perlu berkoordinasi dengan pihak kelurahan terkait dengan penempatan pangkalan. Supaya elpiji kemasan 3 Kg tidak terus menerus menjadi masalah tanpa penyelesaian.  (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.