Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

TAJUK| Dibukanya Kembali SPBU Soekarno-Hatta

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

SPBU 73.941.08 di Jalan Soekarno-Hatta akhirnya dibuka kembali setelah sempat tidak beroperasi beberapa minggu. Penutupan sementara dilakukan aparat kepolisian terkait dengan dugaan kecurangan yang dilakukan pihak SPBU. Dugaan adanya kecurangan ditemukan petugas tera Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu beberapa waktu lalu.

Dalam pengembangan kasus ini, satu orang dari pihak SPBU telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Sulteng. Terhadap tersangka diterapkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Untuk kepentingan layanan konsumen, setelah proses tera ulang, SPBU dibuka kembali meskipun proses hukum pidana tetap berlanjut.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari peristiwa ini. Pelaku usaha, hendaknya menghindari cara-cara yang curang dan bertentangan dengan hukum untuk memperoleh keuntungan lebih. Apalagi SPBU berkaitan dengan sektor usaha yang sangat vital bagi masyarakat. Kecurangan itu bukan hanya karena mengurangi takaran tapi menjual barang subsidi ke industri pun merupakan pelanggaran hukum yang serius.

Setelah ini, pengawasan dari pihak terkait tetap harus diintensifkan di semua SPBU yang ada di Kota Palu. Bukan hanya pengawasan menyangkut takaran dan penjualan barang subsidi ke industri tapi memastikan bahwa pelayanan dan fasilitas di setiap SPBU patuh pada standar yang berlaku. Semua ketentuan yang menjadi syarat keluarnya izin operasi harus dipastikan tetap ada dan terjaga baik setelah SPBU beroperasi. Contoh sederhana, kebersihan toilet dan kelayakan musala di setiap SPBU.

Penyegelan terhadap SPBU 73.941.08 di Jalan Soekarno-Hatta mesti menjadi pelajaran bagi pelaku usaha yang lain. Apa artinya keuntungan besar kalau reputasi usaha berantakan pada akhirnya. Tapi proses ini masih berlanjut dan asas praduga tidak bersalah harus tetap dipegang. Proses hukum yang berjalan baru tahap awal.  Ketika prosesnya sudah masuk ke pengadilan, pihak SPBU akan diberi ruang pembelaan diri secara objektif.

Akan diberi kesempatan menghadirkan saksi maupun ahli yang dapat meringankan atau bahkan membebaskan dari seluruh tuduhan. Sebab untuk menentukan ada tidaknya kecurangan dalam takaran, dimungkinkan untuk dihadirkan pendapat pembanding dari pihak lain (selain Dinas Perindagkop) yang bisa menjadi pertimbangan bagi hakim untuk memberi putusan. Terakhir, masyarakat selalu konsumen harus menjaga sikap kritis dan memastikan bahwa hak-haknya tidak dilanggar oleh pelaku usaha. (**)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.