TAJUK | Daerah Butuh Investasi tapi  Jangan Abaikan Lingkungan

- Periklanan -

PENGOPERASIAN pabrik permunian bijih nikel milik PT Central Omega Resources Industry Indonesia (CORII) di Kabupaten Morowali Utara (Morut) terindikasi melanggar aturan di bidang lingkungan hidup. Berdasarkan hasil pengawasan dan verifikasi yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Morut ditemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan perusahaan.

Smelter PT CORII yang berlokasi di Dusun V Lambolo Desa Ganda-Ganda Kecamatan Petasia, tidak memiliki izin pembuangan limbah cair, tidak memiliki izin pemanfaatan slag nikel, tidak membuat kolam outlet dan perbaikan drainase di sekitar kawasan pabrik, serta tidak memasang alat uji emisi pada cerobong pabrik. Dugaan pelanggaraan paling mendasar oleh perusahaan adalah belum memiliki tempat penyimpanan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Perusahaan mengklaim telah melakukan upaya tindak lanjut untuk merespons rekomendasi hasil pengawasan dari DLHD. Meskipun demikian,  kondisi ini amatlah disayangkan. Seharusnya sebelum pengoperasian pabrik, berbagai hal yang terkait dengan pengelolaan lingkungan sudah dituntaskan dari awal. Perusahaan tidak boleh melakukan aktivitas apa pun sebelum persoalan yang terkait dengan masalah lingkungan belum selesai.

- Periklanan -

Sebab ketika perusahaan beroperasi maka pada saat yang sama limbah dan dampak lingkungan akan timbul. Jika tidak dibarengi dengan tersedianya instrumen atau teknologi yang berfungsi  meminimalisir dampak tersebut  berarti  telah terjadi pencemaran meskipun dalam skala yang masih kecil.  Bahkan dampak akibat pencemaran,  tidak saja buruk bagi lingkungan dan masyarakat sekitar tapi akan dirasakan dan mengancam pekerja yang ada di lingkungan pabrik.

Ke depan DLHD Kabupaten Morut harus makin intens melakukan pengawasan lapangan untuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kabupaten tersebut taat asas. Jangan sampai perusahaan-perusahaan yang ada hanya mengejar keuntungan semata tapi mengabaikan aspek-aspek perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup yang menjadi kewajibannya. Jika pengawasan DLHD lemah dan cenderung menolelir adanya pelanggaran maka kerusakan lingkungan akan terjadi secara massif dan merugikan daerah serta generasi yang akan datang.

Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan seharusnya sadar betul tentang ancaman kerusakan yang akan timbul jika mereka bekerja dengan mengabaikan kaidah-kaidah keselamatan lingkungan. Harusnya mereka hadir di daerah ini dengan memberikan contoh sebagai korporasi yang taat asas.  Reputasi mereka salah satunya akan diukur dari sejauhmana ketaatan dan sensivitasnya terhadap masalah lingkungan.

Sangat penting bagi pemerintah daerah untuk tegas dalam masalah ini. Jika masih abai terhadap rekomendasi awal yang sudah diberikan maka langkah-langkah hukum selanjutnya perlu dilakukan. Jika teguran yang sifatnya administratif tidak diindahkan, pemerintah daerah dapat melakukan upaya hukum yang lebih tegas dan keras. Kehadiran perusahaan dibutuhkan untuk meningkatkan investasi di daerah tapi persoalan lingkungan hidup dan keselamatan publik dalam jangka panjang jauh lebih penting dari sekadar masuknya investasi yang justeru mewariskan beban masalah untuk generasi berikut. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.