Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

TAJUK | Cerdas Memilih Kepala Daerah

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

TAHUN ini akan ada 171 pasangan kepala daerah baru di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Gaungnya sudah sangat terasa. Kampanye negatif juga mulai bertebaran. Tradisi mahar politik juga masih diteruskan. Dan rasanya sulit berharap tidak ada money politics dalam pilkada yang diadakan serentak pada 27 Juni nanti.

Itulah realitas politik kita. Hari ini, pendaftaran calon kepala daerah di KPUD berakhir. Kecuali beberapa daerah yang mungkin diperpanjang karena baru ada satu pasangan calon yang mendaftar. Meski banyak kelemahan, kita ber harap para calon kepala daerah bisa memper tontonkan kompetisi politik yang santun.

Tidak menggunakan segala cara. Dan yang penting, ketika proses pilkada selesai, tidak ada dendam yang dibawa. Jangan sampai situasi politik seperti yang terjadi pada pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun lalu terjadi pada pilkada tahun ini. Apa yang terjadi di Jakarta lalu adalah potret buruk demokrasi kita. Efeknya juga masih terasa sam pai sekarang. Pendukung masing-masing kubu masih saling hujat dan fitnah di media so sial. Padahal, partai-partai yang bersaing di pilgub DKI Jakarta saat ini bergandengan tangan di sejumlah daerah.

Pilkada juga menjadi ajang evaluasi bagi partai politik. Dalam kontestasi politik, parpol memiliki dua pilihan. Mengusung kader sendiri atau to koh di luar partai. Tentu merujuk pada kekuatan politik di masing-masing daerah. Partai politik yang tidak memiliki kader untuk diusung menunjukkan sinyal adanya kegagalan kaderisasi kepemimpinan.

Sebaliknya, partai yang menga jukan kader sendiri, tapi tidak berbobot, juga menunjukkan diri sebagai partai yang egois. Bagi partai-partai politik, Pilkada 2018 sangat penting. Bahkan lebih penting dari pilkada tahun lalu. Tahun ini, gerbong politiknya akan nyambung dengan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019. Kegagalan di Pilkada 2018 menjadi alarm pada Pemilu 2019. Terutama di daerah-daerah kantong suara seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur.

Pilih pemimpin yang tidak memiliki cacat moral, tidak punya rekam jejak korupsi, dan memiliki karya nyata. Perlu dicermati juga, apakah ada cukong politik di belakang calon kepala daerah tersebut. Bila ada pengusahapengusaha hitam di belakangnya, bisa jadi sete lah jadi, daerah Anda akan digadaikan selama lima tahun kepada mereka. (*)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.