TAJUK | Cegah dan Antisipasi  Banjir Sejak Dini 

- Periklanan -

Kondisi Jalan Karajalemba yang tergenang air akibat hujan deras yang terjadi , Kamis (10/12). (Foto: Mugni Supardi)

HANYA beberapa jam diguyur hujan deras, beberapa titik di Kota Palu sudah tergenang. Seperti yang terjadi di Jalan Dewi Sartika dan Jalan Karanja Lembah, Kamis 12/10/2017. Air bercampur lumpur menggenangi badan jalan. Beberapa sepeda motor yang kebetulan melintas, mogok di tengah jalan. Genangan air di perbatasan Kota Palu dengan Kabupaten Sigi tersebut bersumber dari luapan tanggul Petobo.

Selain di Jalan Karanja Lembah, salah satu titik di Jalan Walet Kelurahan Birobuli Utara Kecamatan Palu Selatan, juga mengalami genangan. Terdapat bagian jalan yang amblas sepanjang sekitar sepuluh meter dengan lebar lebih kurang tiga meter.Penyebab amblasnya jalan adalah kikisan material bawah aspal yang disebabkan oleh aliran air sungai yang melintas dari Kecamatan Kawatuna melewati Kelurahan Lasoani, Kelurahan Birobuli Utara, dan Kelurahan Tatura Utara.

- Periklanan -

Ancaman terjadinya banjir jika intensitas hujan cukup tinggi, bukan hanya menyasar pada wilayah-wilayah di atas. Kelurahan di sepanjang Sungai Palu dan Sungai Pondo juga merupakan wilayah-wilayah yang amat rentan dengan banjir. Bila curah hujan tinggi di bagian hulu, luapan air kerap menghantam perumahan warga yang bermukim di sekitar sungai. Persitiwa semacam ini sudah beberapa kali terjadi. Akibatnya, warga di sekitar sungai mengalami trauma dan dirugikan secara ekonomi.

Meski tidak berlangsung lama dan belum terkategorikan sebagai banjir besar tapi peristiwa kecil yang sudah berulang-ulang sebenarnya merupakan peringatan yang harus disikapi dan diantisipasi secara dini. Jangan sampai keadaannya seperti banjir yang terjadi di Kabupaten Tolitoli sekitar Juni 2017 silam. Semua serba tidak terduga dan mengagetkan. Maka selagi hujan hanya meninggalkan genangan yang tidak butuh waktu lama untuk kembali surut, masyarakat dan Pemkot Palu perlu lebih waspada dan antisipatif.

Sedia payung sebelum hujan. Lakukan langkah-langkah pencegahan dan antisipasi. Caranya dengan mengenali beragam masalah yang potensial menjadi pemicu terjadinya banjir di ibu kota provinsi ini. Mulai dari buruknya sistem drainase hingga kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarang. Mulai dari persoalan penataan ruang yang ditandai dengan hadirnya rumah toko dan bangunan-bangunan yang mengakibatkan makin sulitnya daerah resapan air.

Bila faktor penyebab sudah diidentifikasi dan dikenali, selanjutnya Pemkot merumuskan program-program ril untuk mengatasi akar persoalannya. Ancaman banjir perlu menjadi diskusi penting dan menjadi salah satu program Pemkot yang urgen. Dimulai dari perbaikan sistem drainase yang memiliki daya dukung dan daya tampung yang cukup. Hingga menggugah kesadaran semua pihak untuk sadar dan peduli dengan lingkungan sekitarnya. Dan satu hal yang paling mendasar adalah implementasi penataan ruang yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan ekologis secara seimbang. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.