TAJUK | Banyak Jalan Rusak, Bupati Tolitoli Baiknya Kurangi Jalan-jalan 

- Periklanan -

Pemuda dan siswa sekolah di desa setempat saat menyampaikan keluhannya di jalan rusak. (Foto; Ist)

MASYARAKAT Dusun Salusu Lanang Desa Lampasio Kecamatan Lampasio Kabupaten Tolitoli meminta perhatian pemerintah daerah terkait dengan kondisi jalan yang rusak berat. Aksi protes yang diinisiasi sekelompok pemuda disampaikan dengan cara unik. Menyiapkan pamflet dan mengajak para pengendara yang lewat untuk melakukan swafoto. Harapannya agar informasi kerusakan jalan ini terekspos ke publik sehingga bupati maupun gubernur memberi respons.

Jalan yang rusak sekitar 5 Km dengan kondisi berlubang dan berlumpur. Sangat merepotkan masyarakat desa setempat maupun warga daerah lain yang kebetulan melintas di jalan itu. Dengan adanya keluhan masyarakat, mestinya sudah ada respons dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa. Sekiranya jalan yang rusak merupakan jalan desa maka seharusnya pemerintah desa setempat yang bertindak dalam perbaikan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja desa.

Sekiranya jalan yang rusak berstatus jalan kabupaten maka kewenangan dan tanggung jawabnya tentu dikembalikan pada pemerintah kabupaten. Demikian seterusnya pada level pemerintahan di atasnya. Meskipun misalnya, status jalan yang rusak merupakan jalan kabupaten, maka pemerintah desa tetap harus mengambil peran. Setidaknya menyampaikan masalah ini kepada pemerintah kabupaten agar mendapat perhatian.

- Periklanan -

Demikian pula anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan Kecamatan Lampasio, hendaknya mengambil peran dengan memperjuangkannya di rapat-rapat DPRD. Disayangkan karena aksi yang dilakukan masyarakat dengan cara mereka sendiri mengesankan bahwa aspirasi melalui saluran-saluran formal sepertinya tidak tersedia. Saluran formal yang dimaksud dapat melalui jalur Musrenbang yang dlakukan eksekutif maupun penjaringan aspirasi yang biasanya dilakukan para anggota DPRD di masa reses.

Seandainya masalah kerusakan jalan ini sudah diusulkan atau bahkan telah diagendakan untuk dilakukan perbaikan akhir tahun ini maupun tahun depan, pemerintah daerah perlu memberi penjelasan. Agar masyarakat tidak merasa dalam ketidakpastian atas kondisi jalan yang setiap hari mereka harus lewati. Sebagaimana diketahui bahwa jalan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan melalui pendekatan pengembangan dan hubungan antarwilayah.

Harapan warga agar bupati maupun gubernur suatu hari melewati jalan itu supaya para pejabat tersebut juga dapat merasakan secara langsung kesulitan yang dialami oleh mereka. Ini pula merupakan sindiran bagi Bupati Tolitoli H. Moh. Saleh Bantilan yang dikabarkan lebih banyak berada di luar daerah daripada di Tolitoli sendiri.

Masyarakat tentu berharap agar pemimpin mereka hadir dan bersama-sama merasakan apa yang dirasakan oleh mereka. Bupati yang sering keluar daerah tentu kehilangan sensivitas dengan kondisi ril yang sehari-hari dihadapi masyarakatnya. Kalau masih banyak jalan yang rusak, maka sebaiknya bupati yang mengurangi jalan-jalan.  (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.