Taiwan Doakan Sulteng Segera Bangkit

Dipeletakan Batu Pertama Islamic Center MUI

- Periklanan -

PALU – Meski dengan guyuran hujan deras, genangan air di tenda tamu undangan dan aparat kepolisian rela berhujan-hujanan, peletakan batu pertama pembangunan gedung Islamic Center Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah oleh Ketua Umum MUI Prof Dr KH Ma’ruf Amin, berjalan dengan lancar. Kawasan Islamic Center MUI yang berdiri di atas lahan seluas 1,1 Hektar atau 11.000 Meter Persegi ini berlokasi di Desa Tinggede Selatan, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Biaya pembangunannya bantuan dari pemerintah dan masyarakat Taiwan sebesar US$500 ribu atau sekitar Rp7,4 miliar lebih.
Dari pantauan Radar Sulteng tampak hadir pula, Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapata, Bupati Donggala Kasman Lassa, dan Kapolda Sulteng Lukman Wahyu.
“Saya kira kita merasa bersyukur dengan pembangunan Islamic Center walaupun dengan suasana hujan. Mudah-mudahan ini pertanda bahwa kegiatan ini diberkahi Allah SWT. Saya yakin bisa akan selesai, saya harap bisa dioptimalkan secara maksimal,” kata Ma’ruf Amin kepada sejumlah awak media usai kegiatan.
“MUI tidak punya, tetapi punya keinginan. Kami yakin uang MUI itu ada dimana-mana. Ada di Pemerintahan, perwakilan negara asing,” tambah Ma’ruf Amin.
Bencana di Sulteng, kata Ma’ruf juga MUI tidak memiliki dana. Namun, tiba-tiba perwakilan Taiwan menghubungi pihaknya dan ingin membantu MUI sebanyak 7,4 Miliar.
“Ini baru dari perwakilan Taiwan, belum di tempat lain. Setelah dirundingkan dengan MUI Sulteng disepakati dijadikan pembangunan Islamic Center, seluruhnya pembangunannya di serahkan ke MUI Sulteng,” lanjutnya.
Di dalam Islamic Center ini juga akan ada perumahan-perumahan yang nantinya akan diberikan ke mereka-mereka yang dianggap pantas untuk menempati rumah itu, pastinya yang tidak memiliki rumah. Bantuan dari Taiwan ini untuk yang pertama, nanti ada susulan lagi. Jadi bukan gempa yang ada susulannya, bantuan juga ada susulannya,” canda Ma’ruf.
Dia berharap dengan pembangunan Islamic Center ini mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, menjadi pusat pembangunan umat, karena sebagai tanggung jawab MUI dalam rangka menjaga umat dari akidah yang menyimpang, cara berfikir yang menyimpang, dan gerakan-gerakan ekstrem.
“MUI itu membangun islam yang moderat, yang rahmatan lil alamin. Membangun generasi islam yang maju dan inovatif,” jelasnya.
Sementara itu, Perwakilan Taipe Economic and Trafe Office, John C Chen yang membacakan sambutan dengan bahasa Taiwan didampingi seorang transletter menambahkan, dia merasa terhormat karena diundang di peletakan batu pertama pembangunan Islamic Center.
“Taiwan dan Indonesia sesuai letak geografis berjauhan, tetapi hati masyarakat Taiwan selalu dekat dengan masyarakat Indonesia,” sebutnya yang langsung dibarengi dengan tepuk tangan undangan.
Dia merasa senang dengan keputusan MUI Pusat untuk menggunakan dana tersebut membangun Islamic Centre di daerah Sigi.
“Kami juga berharap Islamic Center dan fasilitas lainnya dapat dengan sukses berdiri dan digunakan. Bersama ini saya mendoakan masyarakat Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah supaya ke depannya bebas dari bencana dan segera bangkit,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, turut hadir Ketua MUI Sulteng Habib Ali Bin Muhammad Aljufri yang mengakui pemilihan lokasi ini sudah takdir dan ketetapan dari yang maha kuasa. “Di sisi lain kita dapat lokasi yang agak murah, karena kalau di pusat kota pasti tinggi harga tanahnya,” tutupnya. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.