Taiwan Bantu Korban Bencana Pulihkan Ekonomi

MSM Bawa Cinta Lewati Batas Benua

- Periklanan -

PALU-Bantuan Pemerintah Taiwan yang dikumpulkan kelompok badan amal, The Mustard Seed Mission (MSM) bertajuk ‘Love From Taiwan’ melalui organisasi non pemerintah, Pesat (Pelayanan Desa Terpadu) sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaili, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Melalui Pesat, Pemerintah Taiwan menyumbangkan 30 buah kapal, 70 jaring ikan, dan 2 set pengumpul ikan atau rompong kepada nelayan yang juga menjadi korban bencana 28 September tahun lalu itu. Ibu rumah tangga Kelurahan Panau yang menjadi korban bencana September 2018 itu, juga diberdayakan dengan diajari keterampilan mengolah ikan menjadi abon serta dibekali perlengkapan pengolahan ikan yang lengkap. Harapannya, hasil tangkapan ikan, selain bisa langsung dijual, juga bisa diolah sehingga harga jualnya lebih tinggi dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat Panau, Kota Palu yang menjadi korban bencana.
Penyerahan 30 buah kapal nelayan, 70 jaring penangkap ikan dan 2 set pengumpul ikan dilakukan di Pantai Talise, Kelurahan Panau, Kecamatan Tawaili, Selasa (25/6). Masih terlihat puing-puing dampak dari gempa sekaligus tsunami tahun lalu. Pemerintah Taiwan, lewat bantuannya secara langsung kepada nelayan menginginkan agar masyarakat yang terdampak bencana bisa segera bangkit dan pulih ekonominya, sosial dan seluruh aspek kehidupannya. Penyerahan bantuan dari Pemerintah Taiwan ini dihadiri langsung Konsulat Jenderal Taipei Economic and Trade Office (TETO) atau perwakilan Pemerintah Taiwan di Surabaya, Benson Dean-Shiang Lin. Hadir juga Chief Executife Officer (CEO) The Mustard Seed Mission, Ms. Wu Xiao Ping, serta Direktur Pesat, Rustanto Basuki dan Pemerintah Kota Palu.
“Sejak tahu di Palu terjadi bencana, Pemerintah Taiwan langsung memberikan bantuan dana sebesar Rp7,2 miliar untuk daerah Palu. Banyak juga melalui yayasan Taiwan yang mengirimkan anggotanya ke sini membantu dalam bentuk sumbangan dana,” kata Konsulat Jenderal Taipei Economic and Trade Office di Surabaya, Benson D S Lin kepada awak media, didampingi translator, Nita.

KAPAL BANTUAN : Kapal bantuan Pemerintah Taiwan bertuliskan ‘Love from Taiwan’ yang diserahkan kepada masyarakat nelayan di Kelurahan Panau.MUGNI SUPARDI/RADAR SULTENG

Pemerintah negara Taiwan kata Benson sangat menaruh keprihatinan sekaligus kepedulian yang dalam atas apa yang menimpa Palu, Sulawesi Tengah. Pemerintah Taiwan sambungnya, di awal-awal bencana langsung mengimbau kepada masyarakat Taiwan untuk aktif menyumbangkan donasi untuk memulihkan dan meringankan beban masyarakat Palu yang tertimpa musibah.
“Pengusaha-pengusaha Taiwan yang ada di Indonesia juga menyumbangkan Rp34 miliar,” jelasnya.
Pemerintah Taiwan kata Benson tahu betul bagaimana kondisi di saat kesusahan. Hal seperti itu kata dia juga pernah dialami Taiwan. Saat itu kata dia, banyak negara-negara yang membantu memulihkan ekonomi Taiwan.
“Taiwan awalnya negara yang sangat miskin. Taiwan dulu pernah dibantu oleh negara-negara lain. Kini Taiwan juga ingin membantu negara-negara lain. Kami berharap masyarakat Palu bisa segera pulih agar bisa membantu teman-teman yang lain. Jika di dunia ini banyak kasih, pasti dunia ini akan menjadi baik. Bantuan dan kasih dari kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kedepannya kami akan tetap membantu teman-teman di Palu. Bantuan kapal ini hanya permulaan. Ke depan akan lebih banyak lagi,” jelasnya sembari menambahkan sebelumnya Konsulat Jenderal Taiwan di Jakarta juga sudah bertemu Pemerintah Provinsi untuk mendorong lebih cepat dalam memulihkan kondisi masyarakat.
CEO The MSM, Ms Wu menambahkan, MSM merupakan lembaga yang sudah lebih 50 tahun melaksanakan misi-misi sosial di berbagai tempat di Indonesia. Sejak awal bencana kata Ms Wu, MSM langsung menyalurkan bantuan ke Palu. MSM kata Ms Wu berharap bantuan yang sudah disalurkan kepada masyarakat ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga sambungnya, taraf kehidupan masyarakat bisa meningkat.
“The Mustard Seed Mission kedepannya ingin berdiskusi dengan organisasi-organisasi lokal bagaimana cara agar bisa mengembangkan skil masyarakat sehingga mereka bisa secara mandiri bisa memperbaiki kehidupan ekonomi dan sosial agar lebih baik lagi,” pungkasnya. (saf/adv)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.