Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Tahun Depan Pengembangan Pelabuhan Pantoloan Digenjot

PALU – Perhatian lebih ditunjukkan Kementerian Perhubungan terhadap Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu yang terdampak bencana 28 September lalu, dengan kembali membangun fasilitas di pelabuhan tersebut. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, secara langsung melihat kondisi terkini pelabuhan Pantoloan, Sabtu (10/8).

Menteri Perhubungan yang saat itu melakukan peninjauan didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng, Hidayat Lamakarate, diperlihatkan kondisi sekitar pelabuhan yang rusak akibat diterjang tsunami. Kepala KSOP Teluk Palu, Letkol (Mar) Abd Rahman bersama General Manager PT. Pelindo IV, I Nengah Suryana turut memberikan penjelasan kepada menteri terkait kondisi Pelabuhan Pantoloan saat ini.

SEGERA DIBANGUN : Rombongan Menteri Perhubungan foto bersama di Pelabuhan Pantoloan usai peninjauan. FOTO : AGUNG SUMANDJAYA

Khusus fasilitas dermaga sendiri, memang tidak terlalu banyak kerusakan hanya saja crane utama yang ada dahulu telah rusak. Namun kini telah digantikan crane yang didatangkan dari Pelabuhan Bitung. Dalam kesempatan itu, Menteri juga diperlihatkan lahan warga yang nantinya akan dibebaskan untuk perluasan pelabuhan.

Kepada wartawan, Budi Karya menjelaskan, bahwa Kementerian Perhubungan saat ini memang tengah melakukan perencanaan untuk revitalisasi sejumlah pelabuhan di Teluk Palu yang terdampak tsunami. Tidak hanya Pelabuhan Pantoloan, namun juga Pelabuhan Wani dan Pelabuhan Donggala. “Tiga pelabuhan terdampak tsunami ini akan kita bangun kembali, bekerjasama dengan Asian Development Bank (ADB),” terang Menhub.

Dari pengamatannya, memang ketiga pelabuhan ini memiliki fungsi berbeda. Seperti Pelabuhan Pantoloan yang merupakan pelabuhan multi purpose atau pelabuhan yang banyak fungsinya, seperti angkutan penumpang maupun barang. Kemdian Pelabuhan Wani yang berfungsi sebagai pelabuhan untuk hasil bumi seperti sayur dan buah-buahan dan Pelabuhan Donggala untuk nelayan.

“Untuk bangun kembali ketiga pelabuhan ini, kami punya dana US$ 70 juta atau sekitar Rp900 miliar yang merupakan, bantuan dari ADB. Namun dari ketiga pelabuhan ini, yang paling besar dana pembangunannya Pelabuhan Pantoloan, karena pelabuhannya akan kami kembangkan dan perpanjang lagi,” tutur Budi Karya.

Di Pelabuhan Pantoloan sendiri, nantinya kata Budi, jika sudah diperpanjang dermaganya, maka juga akan ditambahkan crane. Namun demikian, dia berharap dengan rencana pengembangan Pelabuhan Pantoloan, ada koordinasi untuk penambahan gudang-gudang atau tempat penyimpanan kontainer yang ada. “Jadi yang paling penting itu, pergudangan harus disiapkan, jangan hanya di dermaga saja yang kita benahi, maka itu perlu koordinasi (dengan instansi terkait),” katanya.

Saat ini proses revitalisasi sejumlah pelabuhan ini, tengah dalam tahap perencanaan atau desain langsung dari ADB. Rencananya pembangunan ini mulai berjalan pada tahun 2020. Pembangunan sendiri ditarget selama 3 tahun atau multiyears. Tidak hanya meninjau Pelabuhan Pantoloan, Menteri dan rombongan juga berkunjung ke Pelabuhan Wani dan menyerahkan bantuak life jacket atau jaket pelampung kepada para nelayan di Desa Wani. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.