Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tahap Awal, BPBD Assessment 15 Ribu Data Rumah Rusak

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Pada tahap awal data 18 ribu untuk rumah rusak ringan, sedang dan berat, yang diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu untuk di assessment oleh tim assessment dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Palu, sebagai syarat untuk menerima bantuan stimulan pada tahap ketiga ini, baru 15 ribu data yang telah diassessment oleh PU Kota selama bulan Agustus 2020 kemarin.

Dari data 15 ribu yang telah diassessment oleh tim assessment PU Kota Palu, ditemui ada sekitar 3.500 data yang telah menerima bantuan stimulan, baik pada tahap pertama maupun pada tahap kedua sebelumnya. Sehingga, jumlah yang berhak untuk menerima bantuan stimulan dari hasil assessment pada data 15 ribu tersebut, yakni hanya berkisar 11.500 rumah yang rusak, baik rusak ringan, sedang dan berat.

Kepala Dinas PU (Kadis PU) Kota Palu Iskandar Arsyad, mengatakan, untuk data 12 ribu rumah rusak telah selesai diassessment oleh tim assessment PU Kota bulan Agustus kemarin selama satu bulan, sehingga hasilnya yang berhak menerima bantuan stimulan nantinya dari hasil assessment rumah rusak, yakni berkisar di angka 11.500 unit rumah rusak.

“Tahap awal bulan Agustus kemarin kita diberikan data oleh BPBD Kota sebanyak 18 ribu yang akan diassessment, hasilnya kita sudah assessment 15.000 rumah rusak, namun berkurang sekitar 3.500 data karena sudah menerima bantuan stimulan, sehingga totalnya tinggal 11.500 unit saja yang berhak menerima.

Dan data dari 11.500 ini kita lengkapi terlebih dahulu baru dalam waktu dekat kita serahkan ke BPBD Kota. Kita hanya membantu BPBD Kota untuk mengassessment data rumah yang rusak,” ungkapnya kepada Radar Sulteng saat ditemui langsung di ruangannya kemarin, Senin (31/8).

Selanjutnya kata dia, selain dari sisa data 18 ribu yang belum diassessment oleh PU Kota, ada lagi tahap kedua data yang diserahkan kembali oleh BPBD Kota kepada tim assessment PU Kota untuk dilakukan assessment pada bulan September sebanyak 15 ribu data unit rumah rusak, dengan batas waktu selama satu bulan penuh dimulai dari awal bulan September 2020, bulan ini.

“Data 18 ribu tahap awal kita sudah assessment 15.000, berarti masih ada sisa sekitar 3.000 data lagi yang belum di assessment. 3.000 data yang belum di assessment pada tahap awal di tambah tahap kedua yang baru diberikan oleh BPBD Kota sebanyak 15 ribu data rumah rusak, sehingga total yang akan kita assessment pada tahap kedua di bulan ini (September) ada sekitar 18 ribu data lagi,” sebutnya.

“Insya Allah data 18 ribu ini akan kita selesaikan assessment pada bulan ini juga,” ujarnya.
Dia menambahkan, meskipun belum diketahui secara pasti berapa jumlah rumah rusak ringan, sedang dan berat dari hasil assessment pada tahap awal dari data 11.500 ribu unit rumah.

Karena masih sementara dalam perampungan sebelum diserahkan kepada BPBD Kota untuk dilakukan tahapan selanjutnya yakni penyaluran kepada warga yang berhak menerima bantuan stimulan, namun yang terpenting bahwa dari hasil yang diperoleh lebih banyak rumah yang berstatus rusak ringan serta sedang dari pada rumah rusak berat dari hasil assessment bulan Agustus kemarin.

“Kalau untuk jumlah berapa secara keseluruhan rusak ringan, sedang dan berat ini kami tengah dalam perampungan, namun lebih banyak rumah rusak ringan dan sedang dari rusak berat setelah kita lakukan assessment kembali, kemarin (Agustus),” tambahnya.

Dia menjelaskan, pemutakhiran data melalui assessment oleh PU Kota, merupakan hal yang sangat diperlukan di dalam memperoleh data valid atas rumah warga rusak pasca bencana alam 28 September 2018 silam, untuk menerima bantuan stimulan pada tahap ketiga atau tahap berikutnya.

“Assessment itu sesungguhnya informasi yang sebelumnya di SK oleh Wali Kota ternyata sekarang ini dilakukan pemutakhiran-pemutakhiran. Data ini sesungguhnya semuanya harus valid datanya, jika tidak akan beresiko dan akan menjadi masalah di kemudian hari, sehingga perlu adanya assessment kembali untuk memperoleh data pasti atau valid untuk menerima bantuan stimulan,” jelasnya. (zal)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.