Tahanan Kabur Itu Ditangkap di Rumah Keluarga

- Periklanan -

Muh Muntasir alias Mat alias Toga saat menceritakan cara kabur dari mobil tahanan di Mapolsek Palu Barat, Kamis (24/8). (Foto: Wahono)

PALU – Pihak Keluarga terpaksa menahan Muntasir alias Mat alias Toga yang menjadi otak dalam pelarian empat tahanan kabur dari mobil tahanan Rutan, Senin lalu (14/8).

Kemarin, Kamis (24/8)  sekitar pukul 16.50 Wita keluarga terdakwa Mat Alias Toga menghubungi Polsek Palu Barat, dan akhirnya napi yang sudah terkenal lihai kabur dari tahanan ini berhasil diambil kepolisian di rumah tantenya di Jalan Rono Kelurahan Lere Kecamatan Palu Barat dan diamankan Makopolres Palu Barat.

Selama empat hari Mat Toga akhirnya tidak dapat berbuat apa-apa, saat masih menanti istri dan kedua anaknya yang hendak datang, pihak keluarga ketakutan jika Toga tidak diserahkan dan ditangkap akan mendapat sanksi hukum yang lebih berat. Karena sebelumnya Toga pernah ditembak aparat di kaki saat ditangkap.

Penantian Toga, yang sudah merindukan kedua anak laki-lakinya dan istrinya digagalkan pihak keluarga, bujukan keluarga akhirnya didengarkan Mat Toga. “Saya telepon Om-nya, katanya Toga akan menyerahkan diri, ” ungkap Ayah Kandung Mat Toga,  Saharudin, di Polsek Palu Barat.

Pihak keluarga, sempat memimpikan bahwa Toga akan melarikan diri, dan hal itu benar terjadi. “Toga lari tidak berani ke rumah, dan hanya berada berada di rumah tantenya. Dari situlah dia diserahkan keluarga ke polisi.

Setelah menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Palu dan divonis tiga tahun tuntutan, Mat Toga telah membawa alat, yaitu sendok yang sudah ditajamkan. “Toga kata napi lainnya sempat mengancam agar tidak berisik saat membuka jendela menggunakan alat yang sudah dibawanya dari Rutan,” kata sumber terpercaya.

Saat kabur dari mobil tahanan yang membawa para terdakwa kembali ke rutan setelah menjalani sidang, selain Toga, ada empat tersangka yaitu Anjar Giling, Sandi Apriyanto, Fandi Halim, Adrian Alias Rian.

Kronologis penyerahan diri Muntasir alias Mat alias Toga sejak pukul 15.42 wita dari ayahnya Saharudin dengan menelepon untuk menyerahkan anaknya kepada Pelda Umar (anggota Tim Intel rem), untuk dibawa kembali ke Rutan Maesa Palu.

- Periklanan -

Kemudian pukul 15.50 wita Pelda Umar mendatangi TKP di Jalan Tembang untuk melakukan negosiasi dengan Muh Muntasir alias Mat Toga untuk bawa pulang ke Rutan Maesa Palu. Namun tersangka berubah pikiran dan menyampaikan kepada Pelda Umar dan kedua orang tuanya serta saudaranya tidak mau menyerahkan diri hari ini dan meminta Pelda Umar untuk menjemput besok sore, Jumat (25/8)  sekitar pukul 17.00 wita di jalan Tembang Palu Barat.

Selanjutnya pukul 16.10 wita Pelda Umar koordinasi dengan Polsek Palu Barat untuk melakukan penangkapan karena dikhawatirkan Toga akan melarikan diri lagi.

Tidak mau kecolongan,  sekitar Pukul 16.25 wita Pelda Umar kembali kerumah orang tua tersangka di Jalan Tembang dan diikuti oleh anggota dari Polsek Palu Barat dan anggota Buser Polres Palu. Tetapi mereka tetap posisi standby dalam mobil, Pelda Umar menyampaikan kepada orang tuanya agar Toga mau menyerahkan diri, tetapi tersangka sudah tidak ada lagi dalam rumah tersebut.

Pelda Umar meminta keluarganya agar mau memberitahu tempat persembunyian Toga dan akhirnya kakaknya bernama Hikmah dan Hidayat mau menunjukkan tempat Toga bersembunyi.
Akhirnya pukul 16.50 wita bertempat di Jalan Rono Palu Barat di rumah kakak kandung Toga ditangkap tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke Polsek Palu Barat.

Sementara Mat Toga saat dimintai keterangan mengatakan bahwa dirinya bersama empat temannya telah merencanakan pelariannya saat sidang di pengadilan. “Saya dapat sendok di mobil. Saya berhasil mencungkil jendela kaca mobil, saya yang turun duluan dari mobil, disusul teman-teman saya,” ungkapnya.

Bahkan, Mat Toga mengaku bahwa dirinya sempat lewat di depan Rutan untuk memberi tahu temannya yang bekerja di halaman Rutan. “Ia tadi pagi saya sempat lewat depan Rutan, ” ujarnya.

Toga mengaku menyesal dengan apa yang dilakukannya, kabur dari mobil tahanan. Selama kabur dia merasa tidak nyaman atau gelisah. “Saya memang sudah mau menyerahkan diri, karena saya tidur selalu gelisah, “Kata Toga yang menggunakan baju oblong berwarna merah muda dan celana kolor ini.

Kapolsek Palu Barat IPTU Sudirman mengatakan, bahwa Mat Toga akan kembali diserahkan di Kejaksaan Negeri (Kejari). “Masih ada empat tahanan yang saat itu kabur bersama Toga yang belum tertangkap, ” ungkapnya.

Catatan Radar Sulteng, terdakwa Toga sebelumnya juga pernah melarikan diri dari Rutan Klas II A Palu dengan cara menggergaji terali sel Rutan dan memanjat tembok rutan. Namun Toga berhasil ditangkap kembali. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.