Tahanan Kabur di Rutan Maesa dalam Pengejaran

- Periklanan -

LEWAT SINI: Kepala Rutan Palu, Sopian menunjukan terali besi yang digergaji oleh Mat alias Toga, tahanan kasus pencurian yang kabur dari Rutan Maesa Palu, Minggu (12/2) lalu. (Foto: Safrudin)

PALU – Salah seorang tahanan kasus pencurian, Muh Muntasir alias Mat alias Toga, berhasil kabur dengan cara memanjat tembok samping kantor dan memotong terali besi dengan gergaji. Saat tiba di luar Rutan, Toga langsung dijemput oleh rekannya.

Kepala Rutan Palu, Sopian mengakui bahwa 1 orang tahanannya melarikan diri, Minggu (12/2) lalu, sekitar pukul 19.15 wita. Saat ini, Toga masih dalam pengejaran aparat Kepolisian. “Hingga kini tahanan itu masih dalam pengejaran. Malam saat kejadian tersebut saya langsung koordinasikan dengan Pak Kapolres Palu. Esok harinya, baru saya kirim surat resmi untuk meminta bantuan menangkap tahanan kabur tersebut,” beber Sopian kepada sejumlah awak media di Rutan Palu, Rabu (22/2) kemarin.

Sopian mengaku, porses kaburnya  tahanan itu, disaksikannya secara langsung di depan matanya. Ceritanya, Sopian pada  malam kejadian itu, bersama isterinya keluar rumah untuk berbelanja. Tujuannya , ke salah satu warung tak jauh dari Rutan. Belum lagi selesai belanja, pandangan mata orang nomor satu di Rutan Palu itu, tertuju pada sebuah bayangan orang yang melompat dari tembok samping Rutan.

- Periklanan -

Curiga ada yang tidak beres, dia pun bergegas mencari tahu siapa sebenarnya bayangan yang baru saja dilihatnya itu sambil mendekati tembok Rutan. Namun sayang  orang tersebut kabur  dibonceng oleh seseorang menggunakan sepeda motor. Diungkapkan Sopian, untuk memastikan apa yang terjadi, dia pun langsung masuk ke dalam Rutan.  Empat pegawai yang malam itu bertugas  lalu diperintahkan, mengecek satu persatu ruang tahanan.

“Untuk mencari tau apakah ada tahanan yang kabur, terpaksa semua tahanan kami masukan sementara ke dalam ruangan karantina. Ternyata  benar, salah satu tahanan bernama Mat alias Toga, tidak ada,” terang Sopian.

Sopian mengatakan, Mat alias Toga kabur setelah salah satu jendela terali besi yang ada dalam ruangan blok B, berhasil dipotong menggunakan gergaji besi. Kemudian tahanan itu keluar ruangan di saat teman-temannya sudah tertidur pulas. Ditanya darimana gergaji besi itu diperoleh Mat alias Toga, kata Sopian, kemungkinan diperoleh dari salah satu bengkel yang ada di dalam rutan tersebut. “Mungkin dia ambil sembunyi-sembunyi. Atau bisa juga dia temukan dalam tempat-tempat sampah. Dan informasi dari teman-temannya sesama tahanan, Mat alias Toga ini sudah berupaya memotong terali itu dari beberapa hari sebelumnya,” ujar Sopian.

Akibat perbuatannya kata Sopian, semua hak dari Mat alias Toga untuk mendapatkan pembebasan bersyarat akan dicabut secara keseluruhan. Bahkan jika terbukti ada unsur sabotase dari keluarganya atau oknum petugas, terkait kaburnya Mat alias Toga, upaya hukum telah menanti siapa saja yang telah dianggap membantu tahanan kabur.

“Kami juga masih menyelidiki komunikasi apa yang digunakan Mat alias Toga saat dia kabur, karena tidak mungkin motor itu, ada jika tidak ada komunikasi sebelumnya. Ya, dugaannya  komunikasi melalui HP. Tapi ini masih dugaan saja,” pungkasnya.(mul)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.