Tadulako Folk Art Festival, Bukan yang Pertama dan Terakhir

- Periklanan -

Usai iven kesenian rakyat, personel Yayasan Tadulakota melakukan foto bersama. (Foto : Mugni Supardi)

PALU- Keberagaman seni yang dimiliki Indonesia, menjadikan negara ini dikenal sebagai negara yang punya keunikan tersendiri. Untuk itulah, Yayasan Tadulakota menyelenggarakan kegiatan seni rakyat yang bentuk penyajiannya dengan musik. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua malam, mulai Minggu (11/6) hingga Senin malam (12/6).

Kegiatan yang difasilitasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI itu diselenggarakan di Auditorium Golni, UPT Taman Budaya Sulawesi Tengah Jalan Abd Raqie, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat. Mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mustanto mengharapkan agar kegiatan yang diprakarsai Yayasan Tadulakota bukan kegiatan yang pertama dan yang terakhir. Tidak hanya diselenggarakan di Kota Palu saja, melainkan di kabupaten-kabupaten di Sulteng hingga kota-kota di Indonesia. “Intinya, bagaimana semua komponen masyarakat berperan dan sama-sama bergerak melaksanakan dan menikmati giat seni dan budaya. Dengan begitu, agar dunia tahu bahwa ada aktivitas yang berbeda, unik, dan menarik di Indonesia,” terangnya.

Mustanto mengatakan, salah satu cara dalam meningkatkan rasa cinta tanah air terhadap bangsa ini adalah melalui kegiatan seni dan budaya. Selama ini, daerah yang dikenal banyak mengeksplor seni dan budaya baru sebatas Pulau Jawa. Padahal, di luar Pulau Jawa dan hampir setiap daerah di Indonesia, memiliki aneka ragam seni dan kebudayaan yang tak kalah indah dan uniknya.

Di Sulteng sendiri yang khas dengan Kota Palu, diharapkan bisa lahir generasi muda yang memiliki sikap cinta tanah air melalui panggung seni dan budaya. “Pemerintah memfasilitasi supaya rakyat memiliki sikap cinta dan bangga terhadap apa yang dimiliki Indonesia,” ucapnya.

- Periklanan -

Indonesia lahir bukan hanya dari kelompok kecil, melainkan lahir dari kebinekaan dan keberagaman. Ada budaya-budaya besar di dalamnya. Dan pembinaan kepada generasi muda mesti diperhatikan. Tidak hanya komunitas atau organisasi seni dan budaya yang melakukannya. Penanaman sikap dan rasa cinta tanah air harus ditanamkan sejak dini oleh dunia pendidikan dan elemen lainnya sesuai bidangnya masing-masing.

Sementara itu, pengelola UPT Taman Budaya Sulteng, Hapri menambahkan, seni dan budaya merupakan kekuatan bangsa ini. Di mana kesenian tradisi menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi untuk menghasilkan sebuah kreativitas.

Iven tersebut,m kata dia, merupakan proses pembelajaran antara generasi tua dengan generasi muda. Yang diharapkan nantinya ada timbal balik dan mampu untuk menularkan pembangunan karakter di bidang kebudayaan dan kesenian. “Dari situ, bagaimana perhatian pemerintah mendorong kesenian rakyat menjadi suatu kekuatan dalam proses pembelajaran,” katanya.

Meningkatkan kesenian dan budaya, tidak hanya sekadar sosialisasi. Melainkan juga ada pelaku dan pengelola kesenian, yang tentunya didukung oleh infrastruktur dan tata kelola yang baik.

Kesenian rakyat yang digelar di Golni selama dua malam, ujar Hapri, dilaksanakan oleh empat kelompok gabungan generasi tua dan generasi muda. Ide ini muncul dari komunitas Yayasan Tadulakota. Cerita dari kesenian rakyat yang kemudian dituangkan dalam sebuah musik indah yang bisa menginspirasi.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi proses yang berkelanjutan. Karena banyak orang terinspirasi dan menjadi cinta seni dan budaya daerah. Mengingat sejauh ini yang dominan kita dengar adalah masalah politik dan ekonomi melulu. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk ke depannya,” harap Hapri. (cr1/jcc/exp)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.