Syamsudin Tagigo Pertanyakan Hasil Pemeriksaan Kejaksaan Terhadap Tim Lahan

- Periklanan -

BUOL-Syamsudin Tagigo SSos, salah satu anggota tim penanganan pembebasan lahan untuk sebuah proyek pembangunan (pasar) di Kabupaten Buol, kini mempertanyakan mengapa jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Buol belum meningkatkan kasus ini misalnya ke penyidikan. Sebab pihaknya bersama rekan-rekan lainnya di tim lahan sudah beberapa kali diperiksa pihak Kejari, tapi hingga hari ini progresnya belum kelihatan.

“Kami mempertanyakan kepada Kejaksaan Negeri Buol mana sudah itu hasil pemeriksaannya, kami kan sudah diperiksa. Mestinya ada peningkatanlah dari masalah ini, misalnya kasus ini sudah disidik jaksa. Sebagai saksi kami kan sudah diperiksa. Maksud saya, tim penanganan pembebasan lahan sudah diperiksa semua. Lalu mana sudah hasilnya, “ tanya Samsudin Tagigo, melalui Radar Sulteng, Minggu (10/3) .

Menurut Syamsuddin, kalau kasus ini hanya jalan ditempat dan tidak pernah bergerak, kan ada lembaga anti rasuah atau lembaga pemberantasan korupsi Indonesia. Kalau macet di kejaksaan, harusnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ambil alih peran ini dan datang ke Kabupaten Buol untuk memeriksa kasus besar ini.

- Periklanan -

“ Semestinya kasus ini jangan hanya jaksa yang periksa, kalau perlu diperiksa sama Komisi Pemberantasan Korupsi itu baru top. Seperti kasus-kasus dulu pernah terjadi di Buol, KPK datang, di Buol, dan melakukan penangkapan yang disebut dengan operasi tangap tangan, “ tegas Syamsuddin Tagigo, mantan Camat Biau dan Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Buol ini.

Sekali lagi, tandas Syamsuddin, ia berharap Kejari Buol bersikap transparan dan mengumumkan kasus ini sudah sejauh mana penanganannya. “ Saya diperiksa pada tahun 2018, dan saya sekarang sudah jadi korban. Bahkan saya dinonjob dari jabatan, semua cerita ini berawal dari Pilkada. Nah, kenapa kasus ini mentok, itu masalahnya sekarang, “ ungkapnya.

Karena itu Syamsuddin menyatakan harapannya agar kasus ini bisa tuntas dan memiliki kepastian hukum. Bukan hanya tuntas saja, tetapi KPK harus datang ke Kabupaten Buol untuk turun memeriksa kasus yang kini banyak disoroti berbagai pihak di Buol dan Sulawesi Tengah.

“Saya diperiksa jaksa dua kali sebagai saksi. Di berita acara pemeriksaan saya tegaskan bahwa saya tidak ikut terlibat dalam rapat tim anggaran Pemkab Buol, “pungkas Syamsuddin, yang akan memasuki pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara pada tahun 2020 nanti.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.