Sulteng Waspada !

Dua Orang PDP Masih Diisolasi di RS Undata

- Periklanan -

PALU – Kewaspadaan terhadap mewabahnya virus Korona atau dikenal dengan sebutan Covid-19 juga telah dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Setelah pemerintah secara nasional mengumumkan jumlah penyebaran Covid-19 terus melebar ke beberapa daerah di Indonesia, diikuti jumlah pasien yang dinyatakan positif. Pemerintah Provinsi Sulteng telah melakukan langkah-langkah stategis.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, di Kota Palu kini sedang mengawasi ada dua warga yang disebut sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19, keduanya saat ini berada diruang isolasi Rumah Sakit (RS) Undata Palu.

Kepala Dinas Kesehatan Sulteng dr Reny Lamadjido dalam keterangan Pers, Minggu pagi (15/3) mengatakan, keduanya masih berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), berjenis kelamin perempuan dengan usia 17 dan 62 tahun.

Mereka bukan termasuk dari 32 Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang sebelumnya diketahui baru saja kembali dari Jepang.
“Kedua orang PDP keluhan yang dirasakan demam, flu dan batuk. Kondisinya saat ini sampai dengan Minggu mulai membaik. Semoga tidak sampai ke Positif Korona,” ucapnya.

dr Reny menjelaskan, keduanya bukanlah saudara, melainkan orang berbeda. Berjenis kelamin wanita berusia 16 tahun seorang pelajar. Sebelum dirujuk ke RS Undata lebih dulu dirawat di RS Budi Agung. Sementara seorang lagi wanita berusia 62 tahun ibu rumah tangga merupakan rujukan dari RS Bala Keselamatan. Dirujuk ke Undata pada Sabtu Malam (14/3).

Berdasarkan pengakuan keduanya, mereka baru saja melakukan perjalanan ke Jakarta 3 Maret. Jika dihitung saat ini telah delapan hari pulang dari Jakarta. Dalam kasusnya PDP tidak bisa fokus ke 14 hari, tapi dilihat kesehatannya, dan menunggu hasil tes laboraturium. Jika negatif dan membaik segera dipulangkan.

“Salah satu PDP Covid-19 ke Jakarta berobat, pulang Palu demam. Antisipasi pasien mereka saat ini diisolasi. Tenaga kesehatan harus antisipasi, sebelum kejadian, jangan berfikir yang diisolasi itu pasti positif, belum tentu. Tetap menunggu hasil Laboraturium,” tegas dr Reny.

Karena saat ini berdasarkan protokol, saat ada riwayat bepergian ke wilayah yang ada pasien positif covid-19. Dengan keluhan demam pasien harus dirujuk ke RS Rujukan penanganan Covid 19, yaitu RS Undata atau RS Anutapura.
“Intinya jika sudah diperiksa, seperti laboraturium, foto toraks dan kesehatan lain, tidak ada tanda-tanda covid19, pasien segera dipulangkan,” jelasnya.

Terkait adanya PDP Covid-19, Dinas Kesehatan akan lakukan penyelidikan epidemiologi, terhadap semua keluarga PDP Covid-19. Diselidiki oleh surveilans. “Jika tidak penting tidak usah keluar negeri, atau tempat pasien positif atau ke tempat endemis korona, jaga kesehatan selalu,” imbaunya.

- Periklanan -

BERI PENJELASAN : Kepala Dinas Kesehatan Sulteng dr Reny Lamadjido bersama Kepala Dinas Pendidikan Sulteng Irwa Lahace, dalam konferensi pers, Minggu (15/3). (UMI RAMLAH/ RADAR SULTENG)

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Drs. Irwan Lahace. M.Si usai jumpa Pers di kantor Dinas Kesehatan Provinsi, mengatakan, sebagai langkah mewaspadai dan mengantisipasi penyebaran Covid-19, pihaknya berencana akan mengusulkan ke Gubernur Sulteng untuk meliburkan sekolah-sekolah di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, yakni SMA dan SMK. “Ini akan saya usulkan ke pak gubernur. Supaya siswa SMA/SMK di Sulteng sementara diliburkan dulu,” ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Palu, Ansyar Sutiadi, sudah lebih dulu mengambil langkah maju dengan mengumumkan guru dan siswa SD dan SMP sederajat untuk sementara diliburkan dan belajar di rumah.

Guru di masing-masing satuan pendidikan, baik SD maupun SMP sederajat di kota Palu tetap terus memantau peserta didik selama 14 hari libur sekolah dan belajar di rumah. “Kegiatan proses belajar mengajar tidak dilakukan di masing-masing satuan pendidikan yang ada di kota Palu, itu tidak lain demi menjaga kenyamanan dan keamanan peserta didik dari virus korona yang diduga masuk di Kota Palu,” ungkap Ansyar dalam jumpa Pers di kantor Walikota Palu, Minggu siang.

Dihubungi terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr Husaema mengatakan, sesuai dengan hasil informasi langsung yang diterima dari dokter yang menangani pasien maupun dari pihak rumah sakit Undata Palu, salah satu diantara dari dua warga yang mengalami serupa dengan penyakit korona, yakni seorang pelajar asal Kota Palu.

“Dua warga Kota yang di rujuk ke rumah sakit Undata karena memiliki gejala menyerupai penyakit Korona, semisal, batuk, flu dan panas, satu diantaranya pelajar, yang satunya lagi orang tua,” ungkapnya kepada Radar Sulteng, Minggu (15/3).

Diimbau kepada warga Kota Palu agar terus meningkatkan dan menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), perbanyak membasahi tenggorokan dengan air putih, mencuci tangan dengan menggunakan sabun, perbanyak mengkonsumsi buah-buahan, dan lebih baik menghindari kontak langsung dengan warga yang telah diketahui baru habis pulang dari luar negeri.

“Kurangi kontak dengan orang yang habis bepergian dari luar negeri, itu diwaspadai. Apalagi kalau sudah ada gejala flu, kan itu menularkan dengan melalui flu, mengurangi ke tempat keramaian, jaga PHBS, dan lain-lainnya. Ini bagian dari upaya kita menjaga agar gejala atau penyakit corona tidak masuk di dalam tubuh kita,” jelasnya.

Masih menurut dr Husaema, untuk 32 warga Palu yang baru saja berpergian ke Jepang dan Korea yang sedang dalam pengawasan dinas atau Orang Dalam Pengawasan (ODP) saat ini kondisinya semakin membaik.

Bahkan ada yang sudah dinyatakan sehat, di kloter pertama, sisanya yang masih dalam pemantauan dinas setiap hari.
“Yang 32 itu ODP, ada dua kloter yang kloter pertama 14 orang sudah lewat masa observasi 14 hari dan dinyatakan aman, untuk sisanya atau kloter kedua 18 orang masih dalam pengawasan seminggu lagi,” jelasnya.

Dinkes setiap hari pantau, nomor telepon ODP dimiliki dinas, sehingga mudah pemantauan, semua ODP bisa beraktifitas seperti biasa, hanya saja jika ada gejala muncul seperti demam, flu, batuk dinas bisa langsung bertindak.

Saat ini tes untuk menentukan apakah pasien Covid-19 di Kota Palu belum ada. Jika ada pasien memiliki gejala yang sama, darahnya akan diambil sampelnya dikirim ke Jakarta.“Jika pasien keluhkan hal yang sama, batuk pilek, tapi diobai cepat sembuh, dinas tidak kirim sampel darah ke jakarta,” sebutnya. (umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.