Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Sulteng Keluar dari Peringkat 30 dan Meraih Medali Terbanyak Selama PON

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua resmi berakhir Jumat (15/10). Provinsi Jawa Barat keluar sebagai juara umum dengan total perolehan medali emas 133. Posisi runner up diambil DKI Jakarta, kemudian Jawa Timur posisi ketiga. Tuan rumah Papua provinsi keempat dan kelima diambil Bali.Bagaimana dengan Provinsi Sulawesi Tengah?

LAPORAN : MOH BARNABAS LOINANG, Jayapura

PROVINSI Sulawesi Tengah (Sulteng) mengumpulkan total medali 12 keping medali terdiri dari 1 emas, 5 perak dan 6 perunggu. Sulteng berhasil keluar dari zona 30 atau rank 30-an yang diartikan keluar dari zona juru kunci. Provinsi Sulteng mengunci peringkat ke-29 dari 34 provinsi setelah pebiliar Sulteng Ardin Wiranata mempersembahkan 1 perak di hari terakhir PON. 1 perak dari Ardin itu menggeser posisi Bengkulu. Posisi juru kunci atau peringkat 30 ke bawah ditempati Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Utara Maluku Utara dan Sulawesi Barat.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulteng M Nizar Rahmatu mengatakan prestasi Sulteng pada PON tahun ini sesuai ekspektasi dari awal. Sedari awal KONI Sulteng menargetkan peringkat Sulteng harus lebih baik dari PON sebelumnya. Meskipun tidak membuat kejutan dengan pecah rekor tiga medali emas, namun rekor rekor baru pada Cabang olahraga bisa dijadikan ukuran prestasi PON 2024 di Aceh dan Sumut.

Cabang olahraga di Sulteng yang membuat sejarah perolehan medali pertama ialah taekwondo yang berhasil memberikan 1 emas nomor poomsae dan 2 perak nomor beregu poomsae dan kumite putri. Poomsae nomor yang baru dipertandingkan pada PON Papua dan Sulteng berhasil meraih emas tunggal putra oleh Abdul Rahman Darwin K Latjanda. Begitu juga beregu poomsae yang diperkuat oleh Abdul Rahman Darwin, Johansen Vicenzo Angtolis dan Rafik Mitra MS.

Sementara nomor kumite dipecahkan oleh taekwondoin putri Firilia Dinia nomor kumite -51 yang berhasil meraih perak. Perolehan perak Firilia memecahkan prestasi taekwondo Sulteng yang dipegang Samuel Pongi meraih medali perunggu pada PON 2000.

Cabor biliar membuat prestasi mengejutkan. Debut Ardin Wiranata pada PON Papua kali ini luar biasa. Pada nomor paling bergengsi bola 9, Ardin yang bisa dikatakan atlet kampung asal Masomba berhasil menumbangkan beberapa pebiliar nasional. Bahkan master pebiliar sekelas Widi Harsoyo dari Yogyakarta dan Ari Karaya dari Banten. Perjuangan Ardin terhenti ketika berhadapan dengan pebiliar no 1 indonesia Arun Sniper pada partai final. Ardin sukses memecahkan rekor medali dari Cabor biliar selama Sulteng mengikuti PON.

Atletik nomor lari juga mengulang sejarah ketika Sulteng baru kali pertama ikut PON tahun 1961. Noveldi Petingko meraih medali perak nomor lari jarak jauh 10 km. Prestasi yang sama dipersembahkan legenda pelari Sulteng Arie Samana ketika ikut PON 1961.

Sementara Cabor binaraga mempertahankan prestasi PON sebelumnya dengan meraih perak. Prestasi yang sama pada PON 2012 dan 2016 oleh binaragawan Jefry Johanis Wuaten.

Cabor lain yang sukses meraih medali kali pertama sepanjang PON yaitu balap motor dan paralayang. Cabor lain yang sukses meraih perunggu yaitu sepak takraw, karate dan dayung.

Nizar Rahmatu mengatakan perolehan medali Sulteng pada PON Papua merupakan medali terbanyak sepanjang sejarah Sulteng dari kali pertama Sulteng ikut PON yakni PON ke-V tahun 1961 di Bandung Jawa Barat.
Sementara berdasarkan prestasi emas dan peringkat, prestasi Sulteng ini lebih baik dari tiga PON sebelumnya dari PON 2008 Kalimantan Timur, PON 2012 di Riau dan PON 2016 di Jawa Barat.

“Sesuai hitungan objektif di awal, Alhamdulillah Sulteng keluar dari tradisi peringkat 30-an dan perolehan terbanyak medali sepanjang sejarah sulteng ikut pon ke V Bandung 1961,” kata Nizar Rahmatu. (**)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.