Sulteng Dapat Tambahan 351 Kuota Haji

- Periklanan -

Abdullah Latopada (Foto: Hanif)

PALU – Jatah kuota haji Sulteng tahun ini, bertambah 351 kursi. Pada 2016 yang lalu, jatah Sulteng adalah 1.407 kursi. Tahun meningkat menjadi 1.758. Ketambahan ini, karena pemotongan 20 persen kuota haji yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi sejak 2013 yang lalu, telah dicabut.

“Kepastian pencabutan pemotongan kuota haji ini, telah disampaikan langsung Pak Menteri Agama, setelah melakukan pertemuan dengan pemerintah Arab Saudi. Insya Allah, dengan adanya pengembalian kuota ini, bisa memangkas panjangnya daftar tunggu,”kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H Abdullah Latopada, MPdI, ditemui usai membuka Rakor Pendidikan Madrasah, akhir pekan kemarin.

Saat ini kata Abdullah, daftar tunggu calon jamaah haji Sulteng, mencapai 10 ribuan orang. Artinya kata Abdullah lagi, jika hari ini mendaftar haji, maka baru akan mendapatkan seat atau berangkat ke tanah suci pada 2034 mendatang.

Namun kata Abdullah, dengan adanya pengembalian jatah 20 persen, bisa saja calon jamaah yang mendaftar saat ini, berangkat lebih cepat. Selain itu, kabar gembira lainnya, bahwa tahun ini, Indonesia mendapatkan “bonus” dari pemerintah Arab Saudi ketambahan kuota haji 10 ribu orang. Ketambahan tersebut, akan dibagi ke 33 provinsi. Minus Provinsi Kalimantan Utara, karena masih include atau terhitung dengan Provinsi Kalimantan Timur.

- Periklanan -

Namun dari ketambahan 10 ribu tersebut, Abdullah mengaku belum mengetahui, berapa kuota yang akan diberikan ke Sulteng. Menurut penjelasan Menteri Agama, pembagian 10 ribu tersebut, tidak merata jumlahnya, tetapi proporsional, berdasarkan jumlah jamaah dari masing-masing provinsi.

“Kita berharap, dengan adanya ketambahan diambil dari 10 ribu seluruh Indonesia itu, jumlah jamaah kita yang akan berangkat bisa lebih dari 2 ribu orang. Saat ini kita dapat kuota 1.758. kalau dapat ketambahan lagi 242, maka genap 2 ribu jamaah kita bisa berangkatkan tahun ini, Insya Allah,”katanya lagi.

Sementara itu, terkait realisasi Embarkasi Haji Antara (EHA) di Sulteng, saat ini Kanwil Kementerian Agama, yang didukung penuh Pemerintah Provinsi Sulteng, telah siap. Dalam waktu dekat, Abdullah, mengaku akan melakukan audience dengan Menteri Agama dan Menteri Perhubungan.

Infrastruktur di Sulteng, menurut Abdullah telah siap. Termasuk fasilitas kesehatan, yang rencananya akan membangun kerjasama dengan rumah sakit milik pemerintah, untuk dijadikan sebagai rumah sakit haji.

“Kita akan audience dengan Menteri Perhubungan, terkait kesiapan dan penggunaan bandara. Dalam pertemuan dengan menteri ini, kita bersama dengan Pemerintah Provinsi. Kita semua optimistis, rencana EHA ini bisa kita realisasikan untuk musim haji tahun ini,”tandasnya.(hnf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.