Sulawesi Tengah Kalahkan DI Yogyakarta dan Jawa Timur

SMP Al-Azhar Mandiri Palu Pecahkan Rekor Nilai Tertinggi

- Periklanan -

PALU – Nama Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali harum di kancah nasional. Provinsi Sulteng, menjadi yang terbaik dengan meraih emas atau juara pertama setelah mengalahkan provinsi seluruh Indonesia.

Di partai final Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) tingkat nasional mempertemukan Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta dan Provinsi Jawa Timur (Jatim). Dengan pertarungan yang sengit, dua “provinsi besar” itu harus mengakui kehebatan perwakilan Sulteng yang diwakili tiga siswi SMP Al-Azhar Mandiri Palu yakni Filzah Afiqah Mumu, Putri Nurhaliza, dan Ghina Danin Mohga.

Bahkan di ajang tahunan yang dilaksanakan Meseum Nasional Indonesia itu, SMP Al-Azhar Mandiri Palu berhasil memecahkan rekor nilai tertinggi sejak LCCM pertama kali dilaksanakan, 2015 silam dengan meraih skor 4.100 poin. Kepala Museum Nasional, Drs Siswanto MA, secara langsung mengantarkan piala bergilir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang diraih SMP Al-Azhar Mandiri Palu di sekolah dengan tagline Cerdas Berakhlak itu di Jalan Tanjung Malakosa, Kota Palu, Jumat (23/10).

Siswanto menyampaikan, kesyukuran dan apresiasinya kepada SMP Al-Azhar Mandiri Palu yang berhasil meraih peringkat pertama pada LCCM tahun ini. Dia menyampaikan, dengan raihan SMP Al-Azhar Mandiri Palu ini, pihaknya turut bangga sebab sesuai yang diharapkan pengetahuan tentang sejarah, sosial dan budaya dapat merata dimiliki siswa se Indonesia.

“Bangsa yang kehilangan sejarah, nanti akan mulai dari 0 lagi, akan menjadi boneka. Karena tidak ada memori yang menguatkan. Karena memori dihilangkan, ke depan hanya sebagai robot. Karena hanya teknologi, teknologi, teknologi yang dimajukan. Bisa jadi seperti itu. Maka dari itu, bangsa Indonesia tetap mengedepankan sejarahnya,” kata Siswanto.

Kehadiran Siswanto beserta tim dari Museum Nasional ke SMP Al-Azhar Mandiri Palu dijelaskan Siswanto merupakan amanah langsung dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim yang memintanya untuk secara langsung datang mengantar piala bergilir Mendikbud kepada juara pertama LCCM. Selain meraih piala juara pertama, dan piala bergilir Mendikbud, SMP Al-Azhar Mandiri Palu juga mendapatkan uang pembinaan sebanyak Rp30 juta.
“Selama ini saya cuma ke Jawa Tengah, ke Yogya. Ke Sulawesi Tengah ini, saya bangga sekali. Sebab ada persebaran kemampuan, anak-anak di berbagai daerah. Kami sebagai penyelenggara tidak memihak. Kami ingin ada sebaran pengetahuan tentang cerdas berkarakter ini. Alhamdulillah tahun ini, dari Sulawesi Tengah,” ucapnya.
Sementara Kepala SMP Al-Azhar Mandiri Palu, Drs Abdul Basit MPd menyebut, kehadiran Siswanto beserta tim merupakan kebanggan bagi Al-Azhar Mandiri Palu. Dia menjelaskan, kunci keberhasilan ketiga siswinya ialah disiplin, kerja keras, serta siap menerima hasil dari setiap perlombaan.

- Periklanan -

Kepala SMP Al-Azhar Mandiri Palu, Abdul Basit saat menyampaikan sambutan

“Misalnya budaya disiplin itu. Dalam setiap lomba yang diikuti Al-Azhar, mereka harus tepat waktu latihannya. Mereka harus tahan banting. Artinya ngga boleh suka manja, mengeluh. Harus siap kerja keras. Itu budaya yang kita tanamkan,” kata Abdul Basit.

Abdul Basit secara langsung menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan LCCM yang diselenggarakan Museum Nasional itu yang merupakan upaya merawat ingatan tentang budaya dan sejarah. “Selama ini ada kesan, lomba-lomba hanya memperhatikan yang berkaitan dengan sains saja. Tetapi yang ilmu-ilmu sosial itu tidak menjadi perhatian. Tetapi kami sangat bangga, beberapa kali kami mengikuti lomba ini, saya sangat bersyukur bahwa ada perhatian khusus di ilmu-ilmu sosial ini,” tambahnya.

Selama mengikuti LCCM ini, prestasi yang ditunjukkan perwakilan SMP Al-Azhar Mandiri Palu terus menunjukkan tren yang baik. SMP Al-Azhar Mandiri Palu pertama kali mengikuti lomba ini, tahun 2018. Di tahun pertamanya mengikuti LCCM, SMP Al-Azhar Mandiri Palu berhasil masuk babak semi final.

Di tahun keduanya mengikuti lomba ini, SMP Al-Azhar Mandiri Palu langsung meraih peringkat kedua. Dan puncaknya tahun ini, SMP Al-Azhar Mandiri Palu, sukses menjadi yang terbaik dengan meraih juara pertama. “Mudah-mudahan kehadiran Bapak dan Ibu yang dari Museum ini dapat menambah semangat kami dari Al-Azhar dan terutama Provinsi Sulawesi Tengah untuk memberikan motivasi dalam meningkatkan pengetahuan tentang masalah kebudayaan dan sejarah bangsa Indonesia ini. Ingat, bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu mengingat perjuangan bangsanya,” tutup Abdul Basit yang merupakan salah satu tokoh yang memajukan pendidikan di Sulteng.

Di kesempatan itu juga, Kepala Museum Nasional beserta tim menyampaikan kekagumannya saat mengunjungi perpustakaan SMP Al-Azhar Mandiri Palu dan melihat koleksi-koleksi bersejarah berupa uang-uang kertas terdahulu baik dalam dan luar negeri, dokumentasi bersejarah termasuk foto kedatangan Presiden RI pertama, Ir Soekarno ke Kota Palu hingga koleksi buku yang dimiliki SMP Al-Azhar Mandiri Palu. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.