Sudah Tiga Bulan “Ngendap” di Kas Daerah

BNPB Desak Stimulan Kedua Segera Diserahkan pada Masyarakat

- Periklanan -

PALU – Dana stimulan tahap kedua ternyata sudah sejak tiga bulan yang lalu, berada di masing-masing Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Namun hingga kini belum satupun warga yang menerima dana stimulan tahap kedua tersebut.

Hal ini terungkap ketika rapat koordinasi antara BNPB, yang diwakili Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BNPB RI, Ir Rifai MBA bersama para stake holder terkait termasuk Pemerintah Kabupaten/Kota terdampak bencana. Rapat koordinasi yang digelar di aula Merah Putih Makorem 132 Tadulako itu, dipimpin oleh Kepala BPBD Sulteng, Bartholomeus Tandigala juga dihadiri Komandan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sulteng, Kolonel Inf Agus Sasmita, yang juga Danrem 132 Tadulako.

Disampaikan Dansatgas bahwa khusus untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Relokasi, terlihat masih jauh dari target penyelesaian. Dari target 3.555 Huntap yang dibangun di Palu, Sigi dan Donggala, yang terbangun baru sekitar 513 unit Huntap. Itu pun didominasi oleh Huntap yang dibangun oleh Buddha Tzu Chi, sementara untuk Huntap yang dibangun Pemerintah masih dalam proses pembangunan. “Persetasenya untuk Huntap yang sudah jadi 14 persen, progres 29 persen dan belum jadi 55 persen,” terang Dansatgas.

Dalam kesempatan itu, Deputi RR menyampaikan, memang dirinya melihat, capaian 14 persen penyelesaian Huntap itu terbilang lamban. Sebab, sejak lima bulan yang lalu, Presiden Joko Widodo terakhir datang ke Palu, sudah ditargetkan penyelesaian Huntap pada April mendatang. “Kami minta tolong ini dipercepat lagi, sehingga ketika bapak Presiden datang lagi nanti, ada perecepatan yang terlihat, kita ini kan masuk dalam tahap percepatan rehab rekon,” sebutnya.

Begitu juga dengan penyaluran stimulan tahap kedua, untuk rumah rusak ringan, sedang dan berat. Dia berharap itu juga sudah harus sampai ke rekening penerima yang terdata.

Presiden, kata Rifai, sudah menyampaikan, bahwa dalam proses penyaluran stimulan tahap kedua, harus dipermudah. “Harusnya penyaluran tahap kedua ini sudah selesai semua, karena langsung ke rekening masyarakat. Dan dana dari kami BNPB juga sudah ditransfer ke RKUD sudah sejak Oktober lalu, harusnya Februari sudah selesai disalurkan ke masyarakat,” kata

Satu persatu BPBD Kabupaten/Kota, diminta progres terkait penyaluran dana stimulan tahap kedua. Kota Palu, yang diwakili Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Palu, Moh Isha mengakui, pihaknya belum  menyalurkan dana stimulan tahap kedua, karena masih melakukan kembali validasi data.

- Periklanan -

Namun sebanyak 200 penerima tinggal menunggu SK Wali Kota, untuk ditetapkan dan selanjutnya dibuatkan rekening. “Untuk 160 penerima namanya sudah masuk ke keuangan,” terangnya.

Adapun kendala sehingga kembali dilakukan validasi data, karena ada rumah masyarakat, yang semula rusak berat jadi rusak sedang, ada pula yang rusak ringan naik menjadi rusak sedang. Hal ini lah perlu dilakukan assessmen lagi.

Permasalahan yang sama juga disampaikan sejumlah kabupaten, yang warganya berhak menerima dana stimulan. Seperti Kabupaten Sigi, yang juga masih terus melakukan validasi data dan verifikasi kembali ke lapangan, karena masih ada keragu-raguan data. “Tapi untuk kami Sigi, memang belum disalurkan tapi sudah ada 13 ribu warga yang kami buka kan rekening, 11 ribu warga lain ini yang masih kita verifikasi,” jelas Kepala BPBD Sigi, Asrul Repadjori.

Mendengar hal tersebut, Deputi RR BNPB RI pun meminta, agar hal ini bisa cepat terselesaikan. Karena nantinya akan berdampak pada percepatan pembangunan rumah warga.

Belum lagi saat ini TNI yang diperbantukan untuk mempercepat pembangunan masa operasinya akan berakhir, beberapa bulan kedepan. “Kita ini harusnya ada tambahan TNI lagi 1.000 personel, tapi percuma saja tambah pasukan untuk membantu jika masyarakat belum menerima stimulan,” kata Rifai sembari menyampaikan bahwa apa yang disampaikan masing-masing BPBD itu bakal diteruskan kepada Kepala BNPB untuk selanjutnya dilaporkan kepada Presiden.

TNI sendiri, nantinya diperbantukan untuk perbaikan rumah rusak berat. Dan khusus rusak ringan dan rusak sedang, diminta agar juga diprioritaskan penyalurannya. Karena, dari total dana stimulan, hampir 82 persen adalah rusak sedang dan ringan. Untuk diketahui, jumlah rumah rusak di Kota Palu yang berhak menerima dana stimulan tahap kedua ada 38.603 dengan rincian, 4.140 rumah rusak berat, 16.582 rumah rusak sedang dan 18.781 rusak ringan.

Untuk Kabupaten Sigi dari 24.219 rumah rusak, ada sekitar 5.428 rumah rusak rusak berat, 13.108 rusak sedang, 5.683 rusak ringan. Sedangkan Kabupaten Donggala, rumah rusak yang berhak menerima dana stimulan tahap kedua, yakni rusak berat 5.879, rusak sedang 5.415 dan rusak ringan 6.433 dengan total 17.727 rumah rusak. (agg)

- Periklanan -

2 Komen
  1. Subhan Komentar Pengunjung

    Alasan yang tidak masuk akal validasi data masa sampai satu tahun lebih seharusnya yg data yg sdh lengkap di cairkan sj dulu kemudian data yg lain menyusul sampai datanya lengkap

  2. Eman Komentar Pengunjung

    Ini topiknya dana stimulan ke-II utk rumah rusak ringan, sedang dan berat.
    Trus yg dana stimulan ke-I yg mana yah…
    Apa iya sdh tersalurkan semua….??

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.