Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Sudah Sepekan Gas 3 Kg Kosong di Pangkalan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Puluhan tabung gas 3 kg di salah satu pangkalan di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Palu Timur, Senin (21/8). (Foto: Amaliah)

PALU– Sepekan terakhir, warga Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, kesulitan mendapatkan tabung gas 3 kg. Bahkan stoknya di pangkalan juga sulit didapatkan.

Pemilik pangkalan Tiga Putri yang di bawahi Agen PT Firmada Akui Utama, Ramli mengatakan, gas 3 kg susah sekali didapat akhir-akhir ini dalam sepekan terakhir. Biasanya, ada dua kali pendistribusian gas 3 kg. Tetapi kali ini belum diantar pihak agen gas ke pangkalan.

“Saya selalu konfirmasi. Jawabannya selalu dijanji mau diantarkan. Tapi nyatanya sampai seminggu ini belum ada juga,” kata Ramli kemarin (21/8) di Palu.

Ramli mengungkapkan, stok yang biasa diambil 90 tabung. Namun terakhir pengantaran hanya 60 tabung warna melon tersebut. “Terakhir tanggal 14 Agustus lalu diantarkan. Sampai sekarang belum diantarkan lagi,” lanjutnya.

Menurutnya, stok pengantaran gas 3 kg yang normal biasanya dalam seminggu 1 sampai 2 kali. Tidak pernah absen. Padahal dari segi penjualan, dalam sehari dua hari gas 3 kg habis terjual. Akan tetapi pasca Ramadan lalu, pasokan stok gas 3 kg mulai dikurangi.

“Saya kurang tahu apa penyebab kelangkaan gas 3 kg ini. Bikin bingung rasanya. Saya menduga, di balik kelangkaan ada pihak yang bermain, sehingga terjadi langka begini,” duganya.

Lanjut Ramli, biasanya, walaupun langka selalu ada pengantaran. Tetapi saat ini tidak ada lagi. Di pangkalan miliknya, harga jual Rp16 ribu per tabung. Tetapi biasa juga dijual Rp17 ribu.

“Akhir-akhir ini saya jual Rp17 ribu. Soalnya saat diangkat gas di pangkalan susah jika saya sendiri. Jadi kasih rokok sebagai upahnya si petugas pengantar. Kalau tidak dikasih, pasti tidak dimasukan ke dalam pangkalan. Itu alasannya sehingga saya kasih naik harganya Rp1.000,” tuturnya.

Ada juga petugas agen yang menawarkan harga Rp15 ribu, dari harga normal pertabung Rp 14.250 ribu. “Tapi petugas itu, saya sudah laporkan langsung ke bosnya. Akhirnya dipecat,” ungkapnya.

Ramli berpendapat, terkait pengecer di kios-kios yang menjual gas 3 kg mulai dari Rp25 ribu hingga Rp35 ribu, banyak seklai ditemukan di wilayah pasar tradisonal di Palu Selatan dan Jalan Tombolotutu. Tetapi pangkalannya tidak sampai begitu mematok harga, sebab dia merasa kasihan dengan masyarakat.

Terpisah, amatan Radar Sulteng di salah satu pangkalan dengan nama pemilik Darmawati, dari Agen PT Fega Gas Palu Pratama yang terletak di Jalan Otista, Kelurahan Besusu Timur, menyebutkan hal yang sama. Saat ini, gas 3 kg susah didapat, rute dalam pemasokan gas 3 kg di pangkalan dalam seminggu seharusnya 2 kali pengantaran.

“Tetapi saat ini berbeda, saat dikonfirmasi kenapa bisa lambat, laporannya pengiriman dari Makassar, Sulawesi Selatan lambat tiba di Palu. Sehingga seminggu ini belum ada tiba di pangkalan,” paparnya.

Galih (55), salah seorang warga Kelurahan Besusu Timur, mengakui beberapa kali mendatangi kios. Akan tetapi tidak mendapatkan gas 3 kg. Demikian pula ketika mendatangi pangkalan, susah didapat gas 3 kg. “Kalau berharap untuk keliling mencari di kios atau warung, pasti tidak bisa saya dapat. Semua kosong. Apalagi di warung harganya mahal Rp25 ribu. Bahkan ada yang Rp35 ribu. Jadi saya biasanya titip di pangkalan gas elpiji dengan taruh tabung kosong. Nanti kalau sudah ada, baru saya ambil,” kata Galih ditemui di pangkalan Darmawati Jalan Otista.

Dia berharap, kelangkaan ini dapat diperhatikan, kasihan masyarakat kalau susah cari gas 3 kg. “Saya berharap hal ini disikapi segera oleh pihak pemerintah daerah. Kenapa sampai susah sekali cari gas 3 kg akhir-akhir ini,” tutupnya. (cr2)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.