Sudah Sebulan Longsor Walandao-Malei Belum Juga Ditangani

- Periklanan -

HATI-HATI : Kondisi akses jalan di desa Walandano, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Selasa (28/2). (Foto: Mugni Supardi)

DONGGALA – Longsor yang melanda Desa Walandano hingga Malei Kecamatan Balaesang Tanjung semakin parah. Akibatnya akses jalan tersebut putus. Masyarakat pun kesulitan melintas. Jalan tersebut hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Namun pengendara harus ekstra hati-hati.

Parahnya lagi, hingga saat ini belum ada penanganan khusus dari instansi terkait untuk menangani permasalahan tersebut. Sebelumnya pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Donggala melalui kepala Bidang binamarga, Daestambu, mengatakan telah mendapatkan informasi terkait bencana longsor itu. Sejauh ini pihaknya telah menyiapkan satu alat berat yang disimpan di dekat kantor Desa Walandano. “Sudah ada satu loder kita tempatkan di sekitar kantor desa, tapi belum bekerja,” ujarnya.

Namun saat hendak dikonfirmasi kembali kejelasan lebih lanjut untuk penanganan longsor tersebut justru para pejabat Dinas (PU) Donggala tidak berada di tempat. Sekitar pukul 15.00 Radar Sulteng menyambangi kantor Dinas PU yang terletak tak jauh dari kantor DPRD Donggala.

Sayangnya ketika ditanyakan soal keberadaan kepala Dinas PU Donggala dan kepala bidang binamarga, salah seorang staf Dinas mengatakan bahwa kedua pejabat tersebut sedang berada di luar kota. “Pak Daestambu sedang di Kota Makassar bersama kepala Dinas,” ucapnya singkat.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Sekretaris Badan penanggulangan Bencana Daerah, Anwar mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PU terkait persoalan tersebut. Pihak BPBD sendiri telah menempatkan dua juru bencana yang akan terus mengawasi dan mengontrol di sekitar lokasi longsor. “Kami akan terus memberikan informasi terbaru terkait bencana itu,” ungkapnya.

Pantaun Selasa (28/2), kurang lebih ada 50 titik longsor dari yang kecil hingga besar sepanjang 11 kilometer ditemui jika memasuki Desa Walandano. Dua tiang listrik tumbang dan tiang beserta kabelnya masih terbentang di atas badan jalan yang sudah dipenuhi material longsor.

Di tebing tampak beberapa batang kayu dan pohon kelapa milik warga yang terseret longsor. Beberapa titik jalan yang dilintasi pengendara roda dua dipenuhi lumpur, ada yang kondisinya ekstrem karena berdekatan dengan jurang. Untuk roda empat tak bisa tembus di antara material lumpur yang menutupi hampir 99 persen badan jalan. Ada warga yang beralih menggunakan transportasi laut jika membawa barang yang banyak.

- Periklanan -

Dengan kondisi tersebut pengendara roda dua yang ingin menuju ke tujuh desa sesudah Desa Walandano harus bertaruh nyawa dan harus ekstra hati-hati. Tujuh desa itu adalah Malei, Kamonji, Ketong, Manimbaya, Rano, Pomolulu, dan Palau.

“Ada jalan lain tapi parah juga kondisinya karena belum ada aspal. Jadi mau tidak mau harus hati-hati lewat di titik longsor,” kata Kepala Dusun III Desa Walandano, Risman.

Risman mengakui, ada tiga desa yang terkena dampak dari tumbangnya tiang listrik yaitu desa Malei, Kamonji, dan Ketong.

“Kalau desa Manimbaya sampai Palau belum dialiri listrik memang. Jadi, batas di Ketong saja,” sebutnya.

Menurut Kepala Dusun III desa Walandano ini belum lama ini kepala desa Walandano dan dari instansi terkait sudah meninjau, hasilnya akan segera menurunkan alat berat untuk membuka akses jalan bagi warga yang aman dari maut. “Kalau mau lewat tergantung keinginan kita sendiri saja. Saya sempat kemarin bersama dengan pejabat dari Donggala, kalau tidak salah dari badan bencana ingin turunkan alat berat, rencana besok (hari ini, red) sudah mulai,” ungkapnya.

Dengan bencana alam ini, kata Risman tidak menelan korban jiwa, hanya banyak kebun cengkeh dan kelapa rata diterjang longsor.

“Banyak kelapa dan cengkeh milik warga di atas sana,” tambahnya.

Risman mengungkapkan. jalan di desa Walandano ini baru saja selesai diaspal. Tapi sudah rusak kembali setelah terjadi longsor.

“Tanggal 23 Januari lalu terakhir pengaspalan,” ujar Risman. (ujs/acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.