Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Sudah Empat Bulan Masih Penyelidikan

Kasus Dugaan Ijazah Palsu Kades Pangalasiang

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Kasus dugaan pemalsuan ijazah Kepala Desa Pangalasiang, yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulteng sejak bulan Juli 2020 hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik pun baru berencana akan membawa ijazah Sekolah Dasar milik Kepala Desa Pangalasiang, Ahmad Bahar untuk diuji di Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.

Dalam tahap penyelidikan sendiri, sudah puluhan saksi dimintai keterangan. Begitu juga sejumlah alat bukti juga sudah di tangan penyidik. Namun hingga kini kasus tersebut belum dinaikan ke tahap penyidikan dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Dihubungi Radar Sulteng, Jumat (6/11) lalu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Sulteng, Kombes Pol Novia Jaya SH, mengungkapkan, penyidik Ditreskrimum Polda Sulteng, hingga kini masih terus menhyelidiki kasus ini. Pihaknya masih mendalami, terkait fisik dari ijazah yang dimiliki oleh Kepala Desa Pangalasiang tersebut. “Belum bisa kita tetapkan, masih didalami lagi. Masih penyelidikan. Itu (ijaza) seperti barang asli tapi diubah-ubah memang,” jelas mantan Kapolres Parimo ini.

Masih menurut Novia, pihaknya belum dapat pembanding ijazah dari Ahmad Bahar ini. Karena sejumlah saksi yang diperiksa seperti teman-teman seangkatan terlapor, tidak mengetahui status dari Ahmad Bahar apakah lulus atau tidak di SD Negeri Pangalasiang. “Kita belum dapat pembandingnya. Memang ada perbedaan identitas (terlapor) dari nama Ahmad AP ke Ahmad Bahar, dan itu jadi polemik. Ijazah ini nanti yang akan kita bawa ke Labfor,” sebut Novia.

Disinggung terkait beberapa ijazah milik alumni SD Negeri Pangalasiang lainnya, seangkatan dengan ijazah yang dipegang terlapor, dan telah dipegang penyidik, Novia membenarkan hal itu. Ijazah-ijazah itu juga jadi pembanding ijazah yang dimiliki terlapor. “Yang kita cari apakah yang bersangkutan menggunakan ijazah orang lain atau ijazah asli milik dia dan kemudian diubah namanya,” katanya.

Selanjutnya kata dia, penyidik juga akan meminta keterangan saksi ahli, yang dapat menerangkan apakah dengan kondisi ijazah yang sudah diubah secara kasat mata itu, sah atau tidak dipergunakan. Sebelumnya, diberitakan, bahwa pelapor dalam kasus ini, atas nama Djamaludin memperkarakan dugaan pemalsuan ijazah SD milik Ahmad Bahar, yang digunakan sebagai salah satu persyaratan maju sebagai Kepala Desa Pangalasian. Laporan sendiri dibuat pada 7 Juli lalu, dengan nomor polisi : LP/226/VII/2020/Sulteng/SPKT.(agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.