Sudah Dua Jamaah Sulteng Meninggal di Makkah

- Periklanan -

Satu lagi Jamaah calon haji dari Kabupaten Tolitoli meninggal di Makkah. Tampak, jenazah Sitti Hadijah Binti Saindu usai dimandikan langsung dikafani dalam pengawasan TPHI Kloter 06 BPN. (Foto: Munif)

TUJUH hari menjelang wukuf di Arafah, sudah dua jamaah calon haji (JCH) dari Sulawesi Tengah meninggal di Makkah Almukaramah. Senin (21/8) sekira pukul, 22.50 Waktu Arab Saudi (WAS), jamaah bernama Sitti Hadijah Binti Sarindu Kapitan asal Kampung Pajala Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli dilaporkan meninggal dunia di Makkah Almukaramah.

Pada siang harinya, jamaah masuk kategori risiko tinggi (Risti) sempat dirawat di KKHI dan dirujuk sekira pukul, 13.40 WAS. Jamaah yang meninggal pertama juga berasal dari Kabupaten Tolitoli bernama Abdul Gani, warga asal Desa Bambapun, Dusun I. Almarhum meninggal pada Sabtu malam sekira pukul 21.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Kedua jamaah tersebut sudah melaksanakan umrah yakni, tawaf, sai dan tahlul.

Muhammad Munif Godal, TPHI Kloter 8 melaporkan bahwa, jamaah perempuan yang masuk kloter 06 BPN asal Sulteng dari Kabupaten Tolitoli meninggal dunia pada Senin malam sekira pukul, 22.50 WAS. Sesuai hasil pemeriksaan tim medis di KKHI diketahui yang bersangkutan memiliki penyakit jantung. Selain itu, faktor fisik almarhumah yang lemah karena kondisinya sudah sepuh alias tua.

- Periklanan -

Usai dimandikan kata Munif, jenazah Almarhumah disalatkan di masjidilharam dan akan dimakamkan setelah salat zuhur waktu setempat. Lokasi pemakaman sama dengan Almarhum Abdul Gani di pekuburan umum Hudai, Makkah.

Munif juga melaporkan bahwa, Kota Suci Makkah diguyur hujan yang disertai dengan butiran butiran es yang turun di waktu siang. Meski diguyur hujan kata Munif, tidak mengurangi semangat dari seluruh jamaah haji Indonesia khususnya dari Sulawesi Tengah untuk melaksanakan rutinitas ibadah di Masjidilharam.

Hamzah Hamid, salah seorang jamaah juga melaporkan, keheranannya bahwa kota suci Makkah diguyur hujan disertai dengan butiran es. Hamzah yang mengaku sudah melaksanakan umrah kedua kalinya, tetap bersemangat dan menyebutkan bahwa, hujan yang turun di Makkah merupakan hujan berkah bagi seluruh calon tamun Allah.

Terkait meninggalnya dua jammah di Makkah kata Munif, seluruh jamaah kloter 06 BPN asal Tolitoli menggelar tahlil dan yasinan untuk almarhum. Kegiatan yasinan dilaksanakan di musalah hotel Marasi. TPHI juga menyampaikan permohonan bagi keluarga di Indonesia untuk mengirimkan Al Fatihah buat almarhum. (*/lib)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.